Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah AH Nasution Pilih Hidup Susah,Sebut Jenderal Kaya dari Uang Haram Dibalas Allah

Kisah AH Nasution Pilih Hidup Susah,Sebut Jenderal Kaya dari Uang Haram Dibalas Allah Jenderal AH Nasution dan Keluarga. Instagram/@revolusi_bangsa1965 ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Jenderal Besar Abdul Haris Nasution atau A.H Nasution, merupakan seorang pahlawan Nasional sekaligus tokoh besar dalam TNI Angkatan Darat.

Karir dan dedikasinya di kemiliteran tak perlu diragukan lagi. Tak heran, dirinya sampai dianugerahi pangkat kehormatan sebagai Jenderal Besar pada tahun 1997 bersama Soeharto dan Panglima Besar Soedirman.

Meski dikenal sebagai seorang petinggi di Angkatan Darat, tak lantas membuat dirinya hidup dalam kemewahan. Nasution dikenal sebagai jenderal yang selalu hidup sederhana.

Ia bahkan selalu menolak menggunakan fasilitas negara yang diberikan padanya. Simak ulasannya:

Jenderal AH Nasution Petinggi Angkatan Darat

Jenderal Besar TNI AH Nasution, merupakan seorang jenderal yang berhasil lolos dan selamat dalam peristiwa kelam Gerakan 30 September (G30S/PKI). Ia berhasil lolos dari maut setelah menjadi salah satu incaran Pasukan Cakrabirawa.

Nasution sendiri dikenal sebagai tokoh besar dalam TNI Angkatan Darat. Ia merupakan konseptor Dwifungsi ABRI yang diadopsi selama pemerintahan Soeharto. Konsep dasar yang ditawarkan tersebut merupakan jalan agar ABRI tidak harus berada di bawah kendali sipil, tetapi pada saat yang sama tidak boleh mendominasi sehingga menjadi sebuah kediktatoran militer.

Dedikasinya di dunia kemiliteran membuat Nasution dianugerahi pangkat kehormatan Jenderal Besar yang dianugerahkan pada tanggal 5 Oktober 1997.

jenderal ah nasution dan keluarga

Foto:wikipedia ©2021 Merdeka.com

AH Nasution Jenderal yang Pilih Hidup Susah

Meski memiliki jabatan tinggi di Angkatan Darat, ternyata Nasution dikenal sebagai Jenderal yang justru hidup susah. Hal tersebut seperti yang diketahui dari unggahan di Instagram @revolusi_bangsa1965, Melansir  dalam buku Suka Duka 28 Tahun Mengabdi Bersama Jenderal Besar A.H. Nasution.

Dalam unggahan tersebut, mengutip perbincangan antara Jenderal Nasution bersama istrinya, Johanna Sunarti yang membahas soal kondisi perekonomian keluarga mereka. Saat itu sang istri mengoda alias mengetes suaminya dengan membandingkan kondisi ekonomi keluarga mereka dengan para jenderal yang lain.

jenderal ah nasution dan keluarga

Instagram/@revolusi_bangsa1965 ©2021 Merdeka.com

"Nas, Jij (kamu, dalam bahasa Belanda) terus memikirkan negara dan Bangsa, Kapan Jij Memikirkan Keluarga?? Suatu saat, jij akan Pensiun dari TNI dan jabatan dalam pemerintah juga pasti berakhir. Bila Jij bisa menggunakan kesempatan sekian persen saja dari pembelian senjata senjata untuk ABRI (TNI), barangkali kehidupan keluarga kita dapat terbantu," kata Johanna dikutip dari Instagram @revolusi_bangsa1965, Senin (23/8/2021). Mendengar ucapan istrinya, Jenderal Nasution lantas meminta sang istri untuk lebih bersyukur sebab masih banyak orang yang lebih kesusahan di luar sana. Namun, menurut Joanna kehidupan keluarganya sangat jauh tertinggal dibandingkan keluarga-keluarga petinggi TNI yang lain. "Ya, namun bila dibandingkan rata-rata kehidupan sesama jenderal yang lain, ya kita jelas jauh tertinggal," ungkap Johanna.

Jenderal Jujur

Nasution kemudian kembali meminta istrinya untuk tidak membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain. Sebab, menurutnya, orang-orang kaya di luaran sana belum tentu mendapatkan uang dengan cara yang halal."Jangan suka bandingkan kehidupan kita dengan orang lain, kita toh tidak tahu dari mana mereka memperoleh penghasilan itu. Kalau didapat dengan jalan halal itu rezeki Allah yang dilimpahkan kepada mereka. Akan tetapi bila tidak mereka akan memperoleh ganjaran ganjaran baik atau buruk itu urusan Allah," kata Jenderal Nasution.

jenderal ah nasution dan keluarga

Instagram/@revolusi_bangsa1965 ©2021 Merdeka.com

Sikap jujur dari Jenderal AH Nasution itulah yang membuat Johanna harus memutar otak membantu perekonomian keluarga dengan cara membuka usaha bersama adiknya, Broer (Suhirman) GundoKusumo yang bergerak dalam bidang otomotif (bengkel mobil). Dalam akhir keterangan unggahan, disebut pula jika Johanna kerap kali mengkritik suaminya yang enggan menggunakan fasilitas negara. Padahal, menurutnya, hal tersebut sudah sesuai dengan aturan Pemerintah. "Saya suka mengkritik Pak Nas, karena dia tidak suka menggunakan fasilitas dari negara, padahal itu sesuai Peraturan Pemerintah. Namun Pak Nas selalu bersikap untuk tidak menggunakan fasilitas-fasilitas itu," pungkasnya.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP