Kata-Kata Pepatah Minang yang Penuh Makna dan Motivasi

Sabtu, 30 Juli 2022 09:09 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Kata-Kata Pepatah Minang yang Penuh Makna dan Motivasi Masyarakat Minangkabau. ©heliotricity.com

Merdeka.com - Kata-Kata pepatah Minang yang penuh makna bisa coba Anda baca dan resapi. Budaya Minang adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang hingga sekarang. Kekentalan budayanya juga melekat dalam kehidupan masyarakatnya.

Termasuk pula petuah atau pepatah orang Minang yang sarat akan makna kehidupan. Bagi masyarakatnya, kata-kata pepatah Minang tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk dipatuhi. Namun, pesan-pesan baik yang ada dalam kata-kata pepatah Minang sebenarnya juga bisa dipelajari oleh siapa saja meski bukan orang Minang.

Pepatah ini bisa menjadi sarana untuk mengingatkan diri sendiri untuk berprilaku baik terutama ketika berada di lingkungan masyarakat. Berikut merdeka.com membagikan kumpulan kata-kata pepatah Minang yang penuh makna dilansir dari berbagai sumber, Jumat (29/7/2022):

2 dari 5 halaman

Kata-Kata Pepatah Minang dan Artinya

1. Alat baulah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku

Artinya adalah seseorang yang tidak mau dibawa ke jalan yang benar menandakan bahwa mentalnya sudah rusak. Peribahasa ini menggambarkan jika seseorang yang tak mau diberi nasihat dan tak mau memperbaiki diri, maka ia tak lebih dari orang yang sudah rusak mentalnya.

2. Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti musim sandi Adat jangan dianjak

Artinya adalah meskipun tahun berganti dan musim berubah, tetapi pegangan hidup janganlah lepas. Petuah ini mengingatkan manusia untuk selalu berpegang teguh pada prinsip dan aturan hidup.

3. Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang kaluan

Artinya, seseorang yang tidak mau menerima nasehat dan pendapat orang lain, meskipun orang tersebut berada di pihak yang benar sekalipun. Pepatah ini mengingatkan kita untuk menerima kebenaran yang dikatakan orang lain, walaupun itu bertentangan dengan egonya. Sebab yang baik memang tak selamanya indah dan menyenangkan dalam pikiran seseorang.

4. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso darek

Artinya, beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat. Maksud dari pepatah ini adalah seberat apa pun suatu benda, benda tersebut masih bisa dipikul. Sementara orang yang tak berilmu tak pula berbudi akan terasa lebih berat dan akan sangat membebani.

5. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi

Memiliki arti bahwa pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemuliaan hanya didapat dengan budi yang tinggi. Pepatah ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan bisa diraih dengan bersekolah atau berguru pada siapa saja.

Sementara kemuliaan hidup dan kehormatan hanya bisa diraih lewat budi pekerti atau perilaku baik.

6. Dimana bumi dipijak disinan langik dijunjuang

Arti dari pepatah di atas adalah 'dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung'. Pepatah ini sebenarnya sudah sering didengar oleh kebanyaka masyarakat Indonesia. Secara gamblang, pepatah ini mengajarkan kita buat mematuhi dan menghormati adat istiadat tempat tinggal kita.

7. Anjalai pamago koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo tangguli

Artinya adalah seseorang yang pandai menyampaikan sesuatu dengan perkataan yang baik, akan enak didengar dan menarik bagi orang yang dihadapi.

8. Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo dibuang

Pepatah ini memiliki arti bahwa kebiasaan yang baik haruslah dipakai, dan kebiasaan yang buruk harus dibuang.

9. Walau kaie nan dibantuak ikan dilauik nan diadang

Arti dari pepatah di atas adalah 'Bagaimanapun bentuk kailnya bakal bertemu ikan di laut'. Prinsip ini mengajak setiap orang buat memikirkan apa visi dan misi dari sebuah pekerjaan yang dilakukan.

10. Baraja ka nan manang, mancontoh ka nan sudah

Pepatah Minang satu ini punya arti, belajar dari mereka yang sudah sukses dan mengambil hikmah dari kegagalan orang lain.

[khu]

Baca juga:
Resep Olahan Makanan Western untuk Dinner yang Mudah Dibuat di Rumah
Kenali Gejala & Penyebab Empty Sella Syndrome (ESS), Penyakit yang Diderita Ruben Ons

3 dari 5 halaman

Kata-Kata Pepatah Minang dan Artinya 2

1. Takuruang nak dilua, taimpik nak diateh

Kalimat di atas memiliki arti "terkurung hendak di luar, terhimpit hendak ke atas". Pepatah tersebut mengajarkan kita bahwa kegagalan apapun harusnya membuat kita makin berusaha. Meski terjepit, kita tetap harus mencoba mencari celah keluar dari masalah yang terjadi.

2. Katiko ado ditahan Lah tak ado baru dimakan

Arti dari kalimat di atas adalah 'saat punya sebaiknya ditahan, kalau udah gak ada baru dimakan'. Pepatah ini mengajarkan kita buat lebih berhemat.

3. Esa hilang dua terbilang, kalau tak berhasil biar nyawa berpulang

Kalimat di atas berarti 'satu hilang dua terbilang, kalau gak berhasil biar nyawa hilang'. Pepatah tersebut punya makna pantang pulang jika belum sukses. Bahkan, lebih baik nyawa hilang ketimbang gak sukses.

4. Tiado rotan akapun jadi, tiado kayu janjang dikapiang

Artinya adalah 'Tidak ada kayu tanggapun dibelah'. Maknanya adalah bahwa kita harus memanfaatkan setiap peluang yang ada. Meski kelihatannya cukup sulit namun ambil setiap peluang walau sangat kecil.

5.  Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi ditanah darek. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso barek

Artinya adalah beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat.

4 dari 5 halaman

Kata-Kata Bijak Minang

1. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi.

Artinya: Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemulian hanya didapat dengan budi yang tinggi.

2. Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.

Artinya: Sifat seseorang yang tegas bertindak atas kebenaran dengan penuh bijaksana.

3. Tarandam randam indak basah, tarapuang apuang indak hanyuik.

Artinya: Suatu persoalan yang tidak didudukan dan pelaksanaannya dilalaikan.

4. Anyuik labu dek manyauak, hilang kabau dek kubalo.

Artinya: Karena mengutamakan suatu urusan yang kurang penting hingga yang lebih penting tertinggal karenanya.

5. Anguak anggak geleng amuah, unjuak nan tidak babarikan.

Artinya: Sifat seseorang yang tidak suka berterus terang dan tidak suka ketegasan dalam sesuatu.

6. Alua samo dituruik, limbago samo dituang.

Artinya: Seorang yang mentaati perbuatan bersama dan dipatuhi bersama.

7. Alat baaluah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku.

Artinya: Seseorang yang tidak mau dibawa kejalan yang benar menandakan mentalnya telah rusak.

8. Alang tukang binaso kayu, alang cadiak binaso Adat, alang arih binaso tubuah.Alat baaluah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku.

Artinya: Seseorang yang tidak mau dibawa kejalan yang benar menandakan mentalnya telah rusak.

9. Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti musim sandi Adat jangan dianjak.

Artinya: Walaupun tahun silih berganti musim selalu beredar, tetapi pegangan hidup jangan dilepas.

10. Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo dibuang.

Artinya: Yang baik sama dipakai, yang buruk sama ditinggalkan.

5 dari 5 halaman

Kata-Kata Minang Penuh Motivasi

1. Anak-anak kato manggaduah, sabab manuruik sakandak hati, kabuik tarang hujanlah taduah, nan hilang patuik dicari.

Artinya: Sekarang suasana telah baik, keadaan telah pulih, sudah waktunya menyempurnakan kehidupan.

2. Anggang nan datang dari lauik, tabang sarato jo mangkuto, dek baik budi nan manyam buik, pumpun kuku patah pauahnyo.

Artinya: Seseorang yang disambut dengan budi yang baik dan tingkah laku yang sopan, musuh sekalipun tidak akan menjadi ganas.

3. Anjalai pamaga koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo tangguli.

Artinya: Seseorang yang pandai menyampaikan sesuatu dengan perkataan yang baik, akan enak didengar dan menarik orang yang dihadapi.

4. Aia diminum raso duri, nasi dimakan raso sakam.

Artinya: Seseorang yang sedang menanggung penderitaan batin.

5. Adaik rang mudo manangguang rindu, adaik tuo manahan ragam.

Artinya: Sudah lumrah seorang pemuda mempunyai suatu idaman, dan lumrah seorang yang telah tua menahan banyak karena umurnya.
 

Baca juga:
Resep Olahan Makanan Western untuk Dinner yang Mudah Dibuat di Rumah
Kenali Gejala & Penyebab Empty Sella Syndrome (ESS), Penyakit yang Diderita Ruben Ons

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini