Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingat Bocah Tanya ke Soeharto 'Kenapa Presiden Cuma 1?' Sudah Dewasa Ini Sosoknya

Ingat Bocah Tanya ke Soeharto 'Kenapa Presiden Cuma 1?' Sudah Dewasa Ini Sosoknya Ingat Bocah Tanya ke Soeharto, Ini Sosoknya Sudah Dewasa. soeharto.co ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Di masa kepemimpinannya, Presiden Soeharto acap kali mengadakan 'Gelar Nusantara Anak Indonesia' atau Gelantara, sebagai peringatan Hari Anak Nasional di Istana Negara, Jakarta.

Acara itu mempertemukan anak-anak di setiap kota dalam rangka mewujudkan bibit-bibit persahabatan sejak dini. Tak cuma itu, acara itu juga dimaksudkan untuk sekaligus memperkuat persatuan bangsa yang terdiri atas berbagai suku, adat dan agama yang berbeda.

Ada satu momen yang cukup menyita perhatian publik pada acara Gelantara yang digelar 17 Juli 1994. Seorang bocah menanyakan hal unik dan membuat Pak Harto tercengang.

Selang 27 tahun, momen yang terekam dari video itu kembali viral. Tak sedikit netizen yang penasaran dengan kabar bocah tersebut.

Penasaran dengan kabar terbaru bocah yang kini sudah berumur itu? Simak ulasannya.

Bocah Hamli Tanya Kenpa Presiden Cuma Satu

Presiden Soeharto mengundang seluruh siswa berprestasi di seluruh pelosok Indonesia. Tak pandang bulu, anak penderita disabilitas pun turut diundang ke Istana Negara.

Dalam momen 'Temu Wicara Presiden Soeharto', sejumlah anak ditunjuk untuk berbincang dan menyampaikan pertanyaan.

ingat bocah tanya ke soeharto ini sosoknya sudah dewasa

Kanal YouTube HM Soeharto ©2021 Merdeka.com

Satu per satu bocah SD melontarkan pertanyaan polosnya masing-masing. Pertama dari Papua, lanjut Kalimantan, hingga ke berbagai pulau lain dan Sulawesi. Bocah bernama Hamli punya pertanyaan yang paling unik.

"Nama saya Hamli dari Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai. Saya mau tanya, mengapa Presiden di Indonesia cuma satu. Padahal Indonesia sangat luas," katanya seperti dikutip dari kanal YouTube HM Soeharto.

Sontak gelak tawa memecah keheningan. Ibu Tien tepat di samping Presiden Soeharto pun ikut tertawa.

"Presiden itu hanya satu untuk memimpin negara dan bangsa. Nanti kalau ada dua atau tiga, lantas berjalan tidak baik. Banyak pemimpin, banyak kapten kemudian lantas negara menjadi rusak," jawab Soeharto.

Ditanya Balik Pak Harto

ingat bocah tanya ke soeharto ini sosoknya sudah dewasa

Kanal YouTube HM Soeharto ©2021 Merdeka.com

Presiden Soeharto pun melanjutkan penjelasannya dengan terus mengurai senyum dan bahasa yang dapat diterima anak-anak.

"Tapi terang bahwasanya Presiden yang satu ini hanya melaksanakan apa yang diputuskan oleh rakyat melewati MPR. Walaupun satu tapi sebenarnya terikat. Terikat pada garis besar negara, terikat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945. (Presiden) Satu saja untuk lima tahun, nanti dipilih lagi, begitu seterusnya" terang Soeharto.

Pak Harto lantas menanya balik bocah itu. Pertanyaan Pak Harto langsung membuat suasana hening.

"Kamu kenapa tanya begitu? Kamu siapa yang suruh? Karena hanya ingin tahu saja? Kaya di rumah bapak kamu hanya satu kan?," tanyanya yang ditutup tawa.

"Iya pak," jawab bocah itu.

Sosok Bocah Hamli Kini Telah Dewasa

Kini bocah bernama Hamli dari Banggai, Sulawesi Tengah itu kembali viral. Lantaran video lawasnya mencuat ke media.

Melansir dari kanal YouTube Farhan Perdana, sang pemilik akun pun mencari sosok Hamli dan menemukannya.

ingat bocah tanya ke soeharto ini sosoknya sudah dewasa

Kanal YouTube Farhan Perdana ©2021 Merdeka.com

"Halo nama saya Hamli. Saya peserta Gelantara tahun 1994. Yang lagi banyak dibicarakan di YouTube, yang tanya ke Pak Soeharto. Banyak juga yang mengira saya sudah meninggal. Sampai sekarang Alhamdulillah saya masih hidup," kata Hamli.

Tunjukkan Bukti Piagam

Dia menunjukkan bukti selembar kertas piagam yang menguning termakan usia. Piagam itu menjadi bukti dirinya adalah Hamli, bocah yang bertanya ke pak Harto dulu.

ingat bocah tanya ke soeharto ini sosoknya sudah dewasa

Kanal YouTube Farhan Perdana ©2021 Merdeka.com

"Ini bukti dari saya sebagai peserta yang bernama Hamli dari Provinsi Sulawesi Tengah. Karena masih banyak teman-teman yang tidak percaya. Mungkin itu saja bukti yang tersimpan, sebagai kenangan Piagam Peserta Gelantara tahun 1994," ungkap Hamli.

Wejangan Presiden Soeharto

Dikutip dari soeharto.co, memperlihatkan lembaran yang berisikan pidato Presiden Soeharto dalam memperingati Hari Anak Nasional 1994 kala itu.

Ia memberi semangat untuk anak-anak yang mengidap disabilitas supaya tetap semangat. Membangkitkan gelora mengembangkan kemampuan, guna bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

ingat bocah tanya ke soeharto ini sosoknya sudah dewasa

soeharto.co ©2021 Merdeka.com

 

(mdk/kur)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP