Fungsi Manajemen POAC yang Perlu Diketahui dan Dipahami
Merdeka.com - Fungsi manajemen POAC sebenarnya dijalankan guna mencapai tujuan masing-masing tiap perusahaan. Tujuan ini yang ingin dicapai dirumuskan dalam visi dan juga misi perusahaan.
Dalam perusahaan, setiap pemimpin tidak boleh hanya memiliki kemampuan manajerial, dalam hal ini yang dimaksud ialah kemampuan memimpin perusahaan untuk menjalankan seluruh aktivitas guna mencapai visi dan misi. Manajemen merupakan proses pengaturan untuk mencapai tujuan perusahaan yang melibatkan banyak orang di dalamnya.
Tak hanya itu, manajemen ini juga merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses memanfaatkan beragam sumber daya yang ada di perusahaan dengan efektif namun tetap efisien. Perusahaan harus menjalankan fungsi manjemen dengan benar tentunya dan disebutkan oleh George R. Terry, fungsi manajemen perusahaan disingkat menjadi POAC, mulai dari Planning, Organizing, Actuating serta Controlling. Berikut penjelasan fungsi manajemen POAC yang berhasil dirangkum Merdeka.com.
Planning
Manajemen POAC yang pertama ialah Planning atau perencanaan. Ini merupakan susunan langkah secara sistematik dan teratur guna mencapai tujuan perusahaan.
Perencanaan atau planning adalah tahap pertama dari proses manajemen karena pada tahap ini disusun berbagai aktivitas organisasi ke depan sehingga tujuan bisa dicapai suatu perusahaan. Ketika melakukan planning, terdapat dua hal yang harus menjadi perhatian yakni merencanakan kegiatan apa yang dilakukan perusahaan dan membuat budget atau pun anggaran.
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat perencanaan yakni SMART yang berarti Specific dalam artian dalam kegiatan apa saja harus ada kejelasan. Selanjutnya Measurable yakni aktivitas itu diukur tingkat keberhasilannya. Adapula Achievable yang mana perencanaan perusahaan harus tercapai bukan hanya dengan suatu rencana saja.
Realistic yakni rencana itu harus dikerjakan sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki suatu perusahaan. Terakhir ada Time yang merupakan rencana yang telah ditetapkan terdapat batasan jelas hingga dapat dinilai serta dievaluasi.
Organizing
Selanjutnya ialah Organizing atau pengorganisasian yang merupakan pembagian tugas kepada setiap sumber daya di perusahaan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ada dua kegiatan yang dilakukan di tahap Organizing yaitu antara lain staffing atau pemanduan segala sumber daya.
Ini juga merupakan kegiatan krusial karena manajemen akan menempatkan orang tepat pada tempat sehingga bisa menjamin kegiatan dapat terselenggara.
Bukan hanya itu, setelah ditempatkan dalam tempat yang tepat, pemimpin perlu melakukan koordinasi dengan seluruh potensi sumber daya agar bisa bersinergi dengan baik adanya.
Actuating
Berikutnya adalah actuating yang merupakan kegiatan menggerakan semua anggota kelompok bekerja sama demi mencapai tujuan perusahaan. Tahapan ini dipecah dari kepempinan dan koordinasi, dimana pemimpin perusahaan memimpin tiap sumber daya untuk bekerja sesuai dengan perencanaan.
Pemimpin tentu juga akan melakukan koordinasi agar kerja sama ini bisa dilakukan dengan harmonis. Hal ini dapat menghindari persaingan antar sumber daya.
Karena adanya persaingan bisa berakibat fatal dan terjadi tak tercapainya suatu tujuan perusahaan.
Controlling
Controlling merupakan kegiatan melakukan koreksi, namun tentu bukan hanya sekedar mengontrol, kegiatan ini benar dilakukan apabila aktivitas dilakukan tak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.
Dengan kata lain, tujuan utama dari controlling itu sendiri ialah guna memastikan aktivitas yang dilakukan sesuai dengan perencanaan. Sehingga pemimpin suatu perusahaan bukan hanya bertugas dalam merancang visi dan misi perusahaan.
Akan tetapi juga harus dijalankan fungsi manajemen. Apabila fungsi manajemen itu dapat dijalankan dengan benar, tujuan organisasi dengan tepat dicapai oleh perusahaan.
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya