Apa Itu Bipolar dan Ciri-cirinya, Lengkap Disertai Jenis-jenisnya

Rabu, 18 Mei 2022 12:27 Reporter : Mutia Anggraini
Apa Itu Bipolar dan Ciri-cirinya, Lengkap Disertai Jenis-jenisnya ilustrasi bipolar. ©www.earthwalkcommunity.com

Merdeka.com - Apa itu bipolar? Secara garis besar, bipolar merupakan istilah yang digunakan di bidang medis untuk merujuk salah satu gangguan kesehatan mental.

Terkadang, banyak di antara kita yang senantiasa mengalami perubahan suasana hati. Mulai dari bahagia dan kemudian sedih yang senantiasa berubah-ubah. Begitu pula sebaliknya.

Lalu, apa itu bipolar? Pada dasarnya, bipolar juga memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan perubahan suasana hati seperti umumnya. Namun, apa yang justru menjadi pembeda bipolar dengan karakter manusia pada umumnya?

Salah satu pembedanya yakni timbulnya perubahan suasana hati yang begitu cepat. Seseorang dengan gangguan kesehatan bipolar dapat mengalami kesenangan namun dapat pula berganti menjadi kesedihan yang berlarut-larut dan tiba-tiba.

Sementara itu, bipolar disebut juga memiliki beberapa jenisnya. Lantas, apa itu bipolar hingga berbagai jenisnya tersebut? Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya mengenai apa itu bipolar hingga jenis-jenisnya yang perlu diketahui.

2 dari 5 halaman

Pengertian Bipolar

Sebelum mengetahui jenis-jenis hingga cara mengatasinya, perlu diketahui mengenai pengertian bipolar itu sendiri. Lantas, apa itu bipolar dari berbagai sudut pandang?

Melansir dari laman National Institute of Mental Health pada nimh.nih.gov, bipolar merupakan salah satu gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, serta kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.

Sementara itu, tak jauh berbeda dengan pengertian yang dijelaskan sebelumnya, laman nhs.uk pun juga memberikan definisi serupa. Apa itu bipolar? Melansir dari laman tersebut, bipolar merupakan tergolong ke dalam gangguan kesehatan mental.

Secara tak langsung, bipolar disebut mampu mempengaruhi suasana hati penderitanya. Di mana terkadang penderitanya mampu memiliki suasana hati yang paling tinggi dan berubah seketika pada posisi terendah. Karena hal itu, bipolar juga seringkali disebut sebagai depresi manik.

Merujuk pada laman mpsi.uma.ac.id, penderita bipolar disebut memiliki dua kutub ekstrem. Bipolar cenderung membuat penderitanya memiliki kutub bersifat mania dan depresi.

Kedua kutub tersebut seringkali berubah secara mendadak. Dalam situasi tertentu, penderitanya bahkan dapat merasakan emosi yang meledak-ledak sehingga tak mampu dikontrol dengan baik. Hal ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari dari penderitanya.

3 dari 5 halaman

Ciri-ciri Bipolar

Setelah mengetahui berbagai definisinya, mungkin Anda telah sedikit mengenal dari gangguan bipolar. Namun, hal tersebut akan dapat dikenali secara utuh dengan mengetahui ciri-ciri bipolar itu sendiri. Berikut ulasan selengkapnya.

ilustrasi bipolar
harmonyrecoverync.com

1. Merasakan Sedih Secara Berlebihan

Apa itu bipolar? Bipolar dapat dikenali melalui ciri-cirinya. Salah satu di antaranya yakni merasakan ksedihan secara berlebihan. Bahkan, penderita bipolar dapat merasakan depresi yang seolah tak berkesudahan.

2. Mudah Kehilangan Energi

Selain itu, ciri-ciri bipolar yang kedua adalah mudahnya seseorang kehilangan energi. Saat kehilangan energi secara drastis, penderitanya cenderung mudah untuk merasa lelah, letih, dan lesu. Maka dari itu, penderita bipolar dapat merasakan kekurangan energi untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

3. Kesulitan untuk Berkonsentrasi

Ciri-ciri bipolar yang ketiga yakni kesulitan untuk fokus dan konsentrasi terhadap sesuatu hal. Seorang penderita bipolar akan merasa kesulitan saat mengerjakan sesuatu hal yang membutuhkan energi maksimal. Saat itu, ia justru dirundung banyak pemikiran yang tak sejalan dengan seharusnya.

4 dari 5 halaman

4. Merasa Bersalah

Selain itu, ciri-ciri bipolar yang berikutnya yakni mudah merasa bersalah. Penderita bipolar cenderung mudah merasa bersalah terhadap berbagai hal di sekelilingnya. Hal ini membuat mereka menjadi cenderung tak nyaman untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain.

5. Menjauh dari Keramaian

Seorang penderita bipolar juga dapat menunjukkan ciri-ciri lainnya. Di antaranya yakni enggan untuk bersosialiasi.

Saat berada di tengah-tengah keramaian, ia cenderung untuk menutup diri hingga menjauh. Sebab, keramaian akan membuat mereka tak nyaman terhadap diri mereka sendiri.

6. Kehilangan Minat Pada Hal-hal Tertentu

Selain itu, ciri-ciri selanjutnya yakni mudahnya kehilangan minat pada hal-hal tertentu. Bahkan, penderita bipolar juga akan banyak kehilangan minat pada aktivitas yang menjadi kegemaran mereka. Hal ini didorong lantaran banyak faktor internal di dalam diri sendiri.

7. Perubahan Drastis Pada Pola Makan

Ciri-ciri bipolar selanjutnya yaitu munculnya perubahan pada pola makan secara drastis. Hal ini cenderung menyebabkan penderitanya mengalami perubahan berat badan pula secara drastis. Tentu, gejala yang satu ini dapat mengganggu kesehatan tubuh.

5 dari 5 halaman

Jenis-jenis Bipolar

Gangguan kesehatan bipolar rupanya bukan hanya terdiri dari satu jenis saja. Gangguan bipolar ternyata terdapat lima jenis yang dapat terjadi. Di antaranya yakni sebagai berikut.

1. Bipolar Tipe I

Jenis bipolar yang pertama yakni tipe I dimana seorang penderitanya akan mengalami satu episode mania. Cirinya yakni menunjukkan gejala dengan euforia tinggi, tak mudah lelak, agresif, serta energi yang berlebihan. Namun, mereka tetap mengalami depresi yang cenderung singkat dan ringan.

2. Bipolar Tipe II

Jenis bipolar yang selanjutnya yakni tipe II dimana seorang penderitanya akan mengalami depresi yang lebih tinggi dibandingkan hipomanika. Cirinya yakni nafsu makan berkurang, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, dan lain sebagainya.

ilustrasi bipolar
Ilustrasi Bipolar ©2019 Merdeka.com/Liputan6.com (sumber: unsplash)

3. Cyclothymia

Jenis bipolar yang ketiga yakni cyclothymia. Jenis yang satu ini cenderung membuat penderitanya mengalami episode hipomania dan depresi secara berimbang. Jenis cyclothymia tersebut cenderung bersifat tidak ekstrem.

4. Rapid Cycling

Jenis yang selanjutnya yakni rapid cycling. Penderitanya memiliki lebih dari empat episode hipomania, mania, dan depresi. Dalam artian, perubahan yang dialami penderita bipolar cenderung berlangsung dengan cepat.

5. Episode Campuran

Tipe gangguan bipolar yang terakhir yakni episode campuran. Tipe yang satu ini lebih berbahaya daripada tipe sebelumnya. Sebab, seorang penderita bipolar tipe ini dapat mengalami semua episode secara bersamaan.

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini