Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut
Merdeka.com - Kabupaten Garut memang selalu menunjukkan pesona alamnya. Bentang alamnya unik, di utara terdiri dari pegunungan sedangkan selatan berhadapan dengan lautan. Gunung Papandayan dan berbagai pantainya yang menawan. Kota Dodol ini juga punya berbagai macam curug, salah satunya Curug Sanghyang Taraje.
Curug yang berada di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Garut, Jawa Barat ini pesonanya selalu menawan. Debit airnya yang tinggi turut menyejukkan kompleks curug. Hawa sejuk, hijaunya rumput dan pepohonan dipecah derasnya Curug Sanghyang Taraje. Panorama dan kesejukannya selalu didambakan para penikmat air terjun.
Untuk menuju air terjun ini bukanlah hal mudah. Lokasinya yang berada di tengah hutan memerlukan sedikit perjuangan. Namun, semuanya tak menyurutkan langkah para wisatawan. Keasriannya bak surga tersembuyi di belantara hutan Garut.

©2021 Merdeka.com/Pamzi
Spot terbaik menikmati keindahan Curug Sanghyang Taraje adalah di tanah lapang samping curug. Namun kamu harus menempuh jalan berkelok di pegunungan. Jika telah sampai di Kecamatan Pamulihan, kamu harus semakin waspada saat berkendara. Jalan aspal berbatu akan membuat adrenalin perjalanan semakin menantang.
Bukit dan lembah mendominasi perjalanan menuju Curug. Rindangnya pepohonan seolah menjadi penghibur penat selama perjalanan. Tak jarang, tebing dan jurang akan kamu temui di sepanjang perjalanan. Medan yang menantang ditambah dengan sempitnya jalan. Akses jalan menuju Curug Sanghyang Taraje di Kecamatan Pamulihan, hanya bisa dilalui satu buah mobil.

©2021 Merdeka.com/Pamzi
Setelah sapai di tempat parkir, kamu harus menuruni jalan setapak berbatu. Kemudian kamu akan menemui jalan setapak rata. Saat itulah kamu akan segera mendengar gemuruh air berjatuhan dari kejauhan. Layaknya berada di sebuah lembah, Curug Sanghyag Taraje membelah hamparan bukit di depan jalan setapak. Panorama 170 derajat tebing terfokus pada keelokan Curug Sanghyang Taraje.
Gemuruh air berjatuhan menghasilkan hembusan yang menggoyangkan dedaunan. Gemricik cipratan airnya juga berhasil membasahi semua yang ada di kaki Curug Sanghyang Taraje. Berada di ketinggian 660 mdpl, curug setinggi 82 meter ini dengan megah menjulang. Penat perjalanan tuntas terbayarkan dengan kesejukan panorama Curug Sanghyang Taraje.

©2021 Merdeka.com/Pamzi
Gazebo mini, arena bermain telah tersedia sebagai penghilang penat saat perjalanan. Saat musim hujan, kamu dilarang dekat-dekat dengan kolam jatuhnya air terjun. Spot bermain air yang aman berada 5 hingga 10 meter dari curug. Di dekat jatuhnya air curug, nampak bendungan kecil yang dikelola warga. Bendungan kemudian mengalirkan air melewati sungai menuju ladang pertanian warga. Sedangkan di sampingnya berlanjutnya aliran anak sungai Sikandang.
Berada di perbukitan selatan Gunung Papandayan, membuat udara di sekitar Curug Sanghyang Taraje sejuk. Curug ini berada di aliran anak sungai Sikandang. Mata airnya berasal dari gabungan sungai di selatan Gunung Papandayan. Berbeda saat penghujan, saat kemarau debit air yang berkurang membuat aliran air lebih jernih.

©2021 Merdeka.com/Pamzi
Jika kamu ingin berlama-lama di curug ini sebaiknya kamu siapkan bekal tenda. Bermalam di samping curug ditemani gemuruh air akan menjadi pengalaman tak ada duanya. Saat mengunjungi Curug Sanghyang Taraje, pastikan kamu selalu menjaga kebersihan dan keasrian curug.
Kamu bisa mendatangi Taraje dengan menempuh 1.5 jam dari Kota Garut. Tiket masuknya hanya Rp 6 ribu per orang. Mushola, toilet, dan warung warga melengkapi kenyamanan curug. Fasilitas pendukung menjadikan Curug Sanghyang Taraje cocok dijadikan tujuan wisata keluarga. Dibalik rimbunnya pepohonan, keelokan Curug Sanghyang Taraje menjadi magnet tiap wisatawan. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya