Geliat Lukis Perabot Rumah, Sulap Perabot Antik Jadi Cantik

Kamis, 24 Juni 2021 18:00 Reporter : Ibrahim Hasan
Geliat Lukis Perabot Rumah, Sulap Perabot Antik Jadi Cantik Lukis Perabot Rumah ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Merdeka.com - Kreatifitas memang tak ada habisnya, mengubah sesuatu menjadi tampak berbeda. Begitupula pada perabot rumah tangga pada dapur lukis Fairuz Art di Kampung Joyosudiran, Pasar Kliwon, Solo. Aneka perabot rumah tangga disulap penampilannya jadi menarik. Hingga kini, desain perabot rumah tangga era 90 an masih tampak sama. Ide kreatif muncul, mengubah tampilannya menjadi lebih artistik dan modern.

Seniman ini bernama Fairuz Ali Ba'asir aneka barang baru dengan model antik memenuhi rumahnya. Nampak beberapa barang sedang melalui tahap penjemuran. Siapa sangka, produknya punya pemesan hingga mancanegara. Beberapa rumah makan di Korea, Jepang, hingga Australia kedapatan membeli perabotan lukis cantik ini. Selain sebagai perabot rumah, lukis perabot antik ini jadi hiasan dan dekorasi yang indah.
Memang terkesan sederhana, namun warna mencolok berpadu dengan desain klasik. Memiliki perabot ini berasa di tengah perubahan zaman kuno dan modern.

005 ibrahim hasan

Lukis Perabot Rumah ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Orang dahulu menyebutnya dengan cangkir gembreng. Sebuah gelas terbuat dari seng, dengan tutup kerucut di atasnya. Para orang tua biasa menyeduh teh dan kopi di wadah ini. Mulanya berwarna putih dipenuhi dengan motif hijau bak cendol pada dawet. Begitupula ketel, atau teko, warnanya sama persis.

Di tempat ini kesan lama sengaja disamarkan. Dengan cat warna-warni, menjadikan barang-barang kuno ini lebih mencolok. Motifnya indah, dipenuhi dengan dedaunan lengkap dengan aksen bunga yang menawan.

Berbagai jenis perabot antik lain juga turut dihias. Tempat kerupuk, tempat nasi, lampu petromaks berbahan minyak tanah juga tak luput dari pengerjaan. Tempat sampah, tudung saji dari bambu, hingga panci. Barang antik pelan tapi pasti dilukis oleh tangan terampil.

005 ibrahim hasan

Lukis Perabot Rumah ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Mulanya permukaan barang antik ini dilapisi dengan cat dasar. Cat tahan lama dioleskan pada permukaan logam seng ini. Warna mencolok dipilih sebagai dasaran. Hijau muda, biru langit, merah muda, merah, hingga hitam. Jika sudah tertutup penuh dengan cat dasar, perabot harus segera dikeringkan di bawah terik matahari.

Hanya butuh waktu 3-4 jam cat akan mengering. Tahap selanjutnya ialah melukis aneka motif di perabot antik. Saking terbiasanya, Fairuz tidak memerlukan pola. Aneka ukuran kuas ia gunakan untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan. Dengan cekatan, perlahan motif-motif indah bermunculan.

005 ibrahim hasan

Lukis Perabot Rumah ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Melukis perabot antik ini juga butuh ketelitian ekstra. Prakteknya berbeda dengan melukis di atas bidang datar. Lekukan dan celah kecil permukaan barang antik ini susah dijangkau. Terlebih pada produk lampu petromaks dengan gantungan dan rangkanya.

Tahap terakhir ialah proses penjemuran untuk kedua kalinya. Tahap ini akan mengeringkan tinta pada motif yang sudah jadi. Saat menunggu kering, Fairuz sering memeriksa kualitas cat yang sudah jadi. Terkadang warnanya kurang terang, hingga da harus melapisinya dengan cat tambahan.

Berbeda dengan tudung saji berbahan anyaman bambu. Cat yang digunakan ialah cat kayu warna-warni. Konsep barang antik jadi cantik ini dicoba diterapkan ke semua barang antik yang memungkinkan untuk diubah tampilannya.

005 ibrahim hasan

Lukis Perabot Rumah ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Produknya kini begitu laku di pasaran. Bahkan saat pandemi Covid-19, perabot dapur lukis ak surut pemesan. Berawal dari menawarkan peralatan makan bercat warna-warni di Pasar Barang Antik Triwindu. Kini produknya digemari pengunjung hingga laku keras.

Berbekal pemahaman teknologi, kini produknya mampu terjual ke kota-kota besar. Yogyakarta, Semarang, hingga Bandung menjadi kota tujuan perabot rumah tangga warna warni dari Solo ini. [Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini