Sang 'Buaya Merah', Mobil Damkar Solo Pemadam Api Kerusuhan 98

Selasa, 29 Juni 2021 12:00 Reporter : Ibrahim Hasan
Sang 'Buaya Merah', Mobil Damkar Solo Pemadam Api Kerusuhan 98 Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Merdeka.com - Mobil merah cerah dengan sirine memekakkan telinga. Para pengguna jalan harus menghindar dan memberikan jalan. Situasi genting selalu dialami oleh mobil pemadam kebakaran. Dikejar oleh si jago merah yang segera melalap rumah. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta punya truk yang melegenda.

Mereka menyebutnya dengan 'Buaya Merah', sebuah mobil berjenis truk pemadam kebakaran yang usianya dimakan zaman. Bermakna tua dan berani, jangan ditanya soal performa truk tangguh ini punya sejarahnya. Mobil Damkar Buaya Merah ini mampu memadamkan peristiwa kerusuhan di Solo Bulan Mei Tahun 1998.

Saat itu Kota Solo bak lautan api, bangunan tinggi dan vital dibakar massa. Hanya ada dua mobil Damkar di Solo yang tersedia. Salah satunya Buaya Merah yang paling tua.

005 ibrahim hasan

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Begitu tua untuk sebuah mobil truk, saat ini berusia 60 tahun. Kesan antik melekat pada bentuk truk ini. Cover lampunya bulat dengan lampu sirine di atas kaca. Buaya Merah tak punya atap pada driver dan penumpang. Modelnya ala-ala Cabriolet yang dahulu sempat tenar.

Tepat pada tahun 1961 mobil pemadam kebakaran ini dalam kondisi baru. Pada kerusuhan tahun 98, truk Damkar bermesin Toyota buatan tahun 1978 turut membantu kinerja Buaya Merah. Dua truk Damkar tersebut punya andil besar dalam memadamkan api kerusuhan yang terjadi.

Meski berusia tua, hingga saat ini truk Damkar Buaya Merah masih bisa menjalankan tugas dengan baik. Namun hanya untuk kebutuhan mendesak saja. Mengingat usia dan performanya jika dipaksa terus menerus beroperasi. Pasalnya sudah ada mobil pemadam kebakaran yang punya performa mesin baru dan modern.

005 ibrahim hasan

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Buaya Merah dibekali dengan mesin Isuzu berbahan bakar bensin. Tak ada perubahan baik mesin maupun tubuh truk Damkar Buaya Merah. Sistem kemudinya kuno, belum menggunakan power steering. Para pengemudi begitu kesulitan bermanuver memecah keramaian di jalan. Berbeda dengan armada baru yang lebih nyaman dan cepat dalam berkendara.

Selain itu, para driver damkar lebih mengutamakan memakai armada baru. Waktu dan kecekatan menuntut para Damkar menggunakan peralatan yang modern. Mereka lebih sering memakai truk Damkar baru ketimbang Buaya Merah. Bahan bakarnya kini di isi dengan pertalite. Di saat mesin truk Damkar lain menggunakan solar yang lebih efisien dan bertenaga.

005 ibrahim hasan

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Kondisi mesin pompa pemadam juga masih punya performa baik. Pompa air dengan merek Morita buatan Jepang ini mampu menyemprotkan air dengan kuat. Daya semprotnya tak kalah dengan sistem pompa mesin armada baru.

Berbagai perawatan dilakukan untuk menunjang performa Damkar tua ini. Servis mesin hingga part pompa air rutin diberikan. Mobil tua ini punya jadwal rutin untuk dibersihkan. Mulai dari depan hingga belakang anggota Damkar membersihkannya dengan teliti.

005 ibrahim hasan

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Mobil pemadam kebakaran berwarna merah identik dengan warna api. Jangan salah, cat merah menyeluruh pada tubuh mobil Damkar melambangkan keberanian. Api yang bersifat merusak mampu diterjang para anggota Damkar bersama dengan armada pemadam kebakaran.

Berumur 60 tahun, Damkar Buaya Merah sering terjun ke lokasi kebakaran. Hingga kini Buaya Merah jadi ikon kebanggaan warga Kota Solo. Berkat jasanya selama puluhan tahun yang selalu memadamkan si Jago Merah. [Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini