Telkom bidik Rp 100 miliar dari 3 segmen pasar UKM

Jumat, 27 Desember 2013 09:03 Reporter : Arif Pitoyo
Telkom bidik Rp 100 miliar dari 3 segmen pasar UKM Telkom. ©2012 Shutterstock - Telkom

Merdeka.com - PT Telekomunikasi Indonesia makin memfokuskan bisnisnya pada segmen Small Medium Enterprise (SME) dengan target menggandeng sekitar 10 mitra application provider baru pada tahun 2014.

Jumlah usaha kecil menengah (UKM) yang dominan dengan memiliki badan usaha di Indonesia berjumlah sekitar empat juta UKM dianggap Telkom sebagai peluang pasar yang harus digarap. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise and Business Service Telkom kepada merdeka.com, Jumat (27/12).

Sebenarnya, lanjut Awaluddin, niat fokus untuk menggarap segmen SME sudah dimulai sejak 2012 lalu dengan hadirnya layanan Business Solution for Community (BSC) yang merupakan layanan ICT untuk UKM. Namun baru tahun 2013 ini fokus itu digalakkan kembali karena portofolio produk dan layanan untuk UKM semakin berkembang.

"Sekarang lebih lengkap karena di tahun 2014 nanti Telkom lebih siap dan fokus masuk ke pasar UKM untuk tiga segmen baru, yakni : SOHO (small office home office), kemudian BSC (Business Solution for Community) dengan spesifik di layanan Toko Online serta online commerce dan berikutnya Digital Media Solutions untuk SME. Semuanya dikemas dalam flagship program Indonesia Digital Entrepreneur (IndiPreneur). Telkom sendiri memproyeksikan akan terjadi scalling new revenue sekitar Rp 100 miliar untuk tiga segmen layanan baru diatas," ujar Awaluddin menegaskan.

Selain itu, Awaluddin menambahkan, Telkom saat ini banyak melakukan elaborasi dengan tidak hanya membuat bundle produk saja, tapi juga mulai merekrut mitra, memberi pelatihan ke mitra-mitra tersebut, membantu para mitra tersebut untuk closing deals, dan lainnya, yang dilakukan dalam upaya memperluas pasar produk dan layanan Telkom di Indonesia.

Saat ini Telkom sudah memiliki sekitar 20 mitra/partner yang sebagian besar adalah application provider untuk layanan layanan solusi SME.

Saat ini, dalam program Indonesia Digital Entrepreneur (IndiPreneur) sendiri, sejak dimulai di bulan Januari tahun ini sudah bergabung sekitar 150 ribuan UKM di Indonesia.

Diharapkan di tahun 2014 akan bergabung tidak kurang 500 ribuan dan di tahun 2015 akan bergabung 1 Juta pelaku UKM dalam program ini. Telkom sendiri sudah menyediakan wadahnya utk para pelaku UKM yg sudah go online melalui portal www.smartbisnis.co.id

Telkom tidak bermain sendiri, beberapa anak perusahaan dalam lingkup Telkom Group yang berkolaborasi dalam program ini adalah Telkomsel untuk layanan mobile enterprise/SME solution.

Selanjutnya Telkom Sigma sebagai penyedia Data Center, Cloud Services (IaaS, Saas, PaaS) dan IT services lainnya. Sedangkan PINs sebagai penyedia solusi untuk CPE dan premises integration network.

Ada juga Infomedia untuk solusi contact center dan BPO. Finnet mendukung untuk solusi paymet switching dan aplikasi pembayaran online. Selain itu Metra Digital Media utk solusi solusi digital media dan digital advertising.

"Telkom sebagai parent company memiliki parenting strategy untuk mengoptimalkan synergy value dalam group Telkom," demikian Awaluddin menambahkan.

Telkom sendiri untuk segmen Enterprise dan Small Medium Enterprise (SME) di tahun 2014 menargetkan perolehan revenue sebesar Rp 10 triliun dengan komposisi segmen Enterprise berkontribusi 75 persen dan sisanya 25 persen dikontribusi oleh segmen SME.

"Telkom akan fokus di segmen Enterprise dan SME karena dua segmen ini menjadi pusat pertumbuhan utk revenue unconsole Telkom," ujar Awaluddin. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PT Telkom
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini