Sifat impulsif picu kecanduan telepon genggam
Merdeka.com - Kecanduan untuk selalu menggunakan telepon genggam dan mengirim pesan kemungkinan besar sama dengan kecanduan berbelanja, ungkap penelitian terbaru.
Peneliti di Baylor University dan Seton Hall University menemukan bahwa sifat materialisme dan impulsif adalah penyebab seseorang terlalu sering menggunakan telepon seluler dan mengirim pesan.
Hingga saat ini kecanduan telepon genggam memang belum dikategorikan sebagai penyakit, namun peneliti telah mengungkap beberapa gejala kecanduan telepon genggam seperti merasa aneh ketika tidak menggunakan telepon genggam, selalu mengecek telepon, dan hanya menggunakannya agar merasa lebih baik.
Penelitian ini didasarkan pada kuesioner terhadap 191 mahasiswa. Kuesioner ini dibuat untuk mengukur tingkat kecanduan dan materialisme siswa, serta tingkat kecanduan mereka terhadap pesan singkat dan penggunaan telepon genggam.
Peneliti menemukan adanya kaitan antara tingkat perilaku materialisme dan perilaku impulsif dengan keinginan mereka untuk mengekspresikannya melalui pesan singkat atau penggunaan telepon genggam.
Meski begitu peneliti menyadari bahwa kecanduan para mahasiswa pada ponsel tak hanya dilandasi oleh ponsel itu sendiri, melainkan karena adanya fungsi-fungsi tertentu pada ponsel saat ini.
"Munculnya ponsel pintar yang memiliki banyak fungsi membuat peneliti harus menggali lebih dalam perihal teknologi dan aktivitas yang disediakan telepon genggam bagi pengguna," ungkap James Roberts, seorang profesor pemasaran di Baylor University, seperti dilansir oleh Huffington Post (29/11).
Kecanduan ponsel yang berlebihan pada akhirnya juga bisa menyebabkan seseorang terkena kelainan bernama 'nomophobia'. Menurut majalah TIME, saat ini hampir 84 persen penduduk dunia mengaku mereka tak bisa dipisahkan dari telepon genggam meski hanya sehari saja.
Bagaimana dengan Anda? (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya