Samsung Rilis Smartphone Baterai Graphene Tahun Depan, Cas Hitungan Menit!

Jumat, 16 Agustus 2019 15:21 Reporter : Indra Cahya
Samsung Rilis Smartphone Baterai Graphene Tahun Depan, Cas Hitungan Menit! Samsung Note 9 VS Samsung Note 10. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Hampir dua tahun lalu, Samsung mendaftarkan sebuah paten untuk teknologi baterai berbasis graphene. Ini adalah baterai dengan kemampuan pengecasan jauh lebih cepat ketimbang Lithium-ion yang kini dipakai semua gadget.

Nah kali ini, Samsung dilaporkan siap melepas gadget dengan baterai berbasis graphene.

Melansir Phone Arena yang mengutip Evan Blass yang merupakan pembocor seputar industri smartphone terkemuka, Samsung akan merilis paling tidak satu buah smartphone dengan baterai graphene tahun depan, atau paling lambat di 2021.

Baterai graphene memiliki sel baterai yang lebih besar kapasitasnya, dan mampu dicas 5x lebih cepat. Evan menyebut sebuah baterai dengan kapasitas besar akan terisi daya dengan penuh dalam 30 menit saja.

1 dari 1 halaman

Kelebihan Graphene

Baterai graphene juga disebut tidak memburuk seiring waktu. Sudah jadi rahasia umum kalau baterai lithium-ion di smartphone kita lama kelamaan akan memburuk kesehatannya. Berbagai masalah akan muncul seiring waktu, seperti tak bisa dicas, cepat habis daya, hingga menggembung dan berisiko meledak.

Salah satu keunggulan graphene adalah pengecasannya yang cepat. Evan Blass telah menyebut 5x lebih cepat dibanding Lithium-ion. Gambarannya, pengisian daya satu jam di baterai Lithium-ion hanya memakan waktu 12 menit saja di graphene.

Graphene sendiri disebut umurnya akan menurun dalam waktu yang sangat lama. Sehingga akan lebih menghemat biaya reparasi tahunan pengguna smartphone. Hal ini juga membuatnya lebih ramah lingkungan karena sedikitnya limbah sampah baterai dalam jangka panjang.

Terlebih lagi, jika sudah diproduksi secara masal, dapat dipastikan bahwa baterai graphene akan lebih murah ketimbang lithium-ion.

Industri pun sudah sejak lama mencari alternatif dari Lithium-ion yang mudah panas dan juga memiliki beberapa risiko lain. Akhirnya, graphene menjadi jawaban setelah berbagai potensi yang dimiliki zat tersebut menjadi perhatian banyak pihak.

[idc]

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. Samsung
  3. Samsung Galaxy
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini