Pengembang Game Dituding Melakukan Pelecehan Seksual?

Rabu, 28 Agustus 2019 14:15 Reporter : Merdeka
Pengembang Game Dituding Melakukan Pelecehan Seksual? Ilustrasi game. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengembang game Nathalie Lawhead tiba-tiba menuding sejumlah pengembang game melakukan pelecehan seksual. Hal itu seperti dilaporkan The Verge, Rabu (28/8) yang mengutip blog pribadinya berjudul "calling out my rapist". Nathalie Lawhead pun tak tanggung-tanggung menyebutkan nama pengembang game yang melakukan aksi tercela itu.

Salah satunya adalah Jeremy Soule, komposer musik game ternama di Star Wars: Knights of the Old Republic dan The Elder Scrolls.

Pemerkosaan disebut-sebut terjadi ketika Lawhead dan si composer bekerja sama di sebuah studio game di Vancouver pada 2008. Unggahan blog ini juga menuding lingkungan kerja menjadi sangat terdegradasi setelah pelecehan terjadi. Lawhead merasa dirinya tak dihormati di tempat kerja dan harus berjuang untuk mendapatkan gaji. Bahkan, Lawhead juga dipecar dari pekerjaannya.

Tudingan Lawhead ini bukannya tidak berdasar. Ia mengklaim, memiliki dokumentasi ekstensif dalam bentuk lusinan email, terkait kejadian mengerikan tersebut.

"Saya berbagi cerita, tidak berharap untuk mendapatkan serangan balik, dianggap bohong, alasan, dan fanbase yang mencerca. Saya mau membagikan ini dengan harapan wanita di luar sana bisa mendapatkan informasi," tutur Lawhead dalam unggahan blog-nya.

Setelah adanya unggahan Lawhead, ada pihak lain yang mulai berbicara. Pengembang sekaligus penulis gim Depression Quest dan Crash Override, Zoe Quinn, mengunggah dugaan pelecehan dari pengembang gim indi Alec Holowka. Holowka terkenal karena karyanya di gim Aquariadan Night in the Woods.

"Saya sudah diam mengenai hal ini selama hampir seluruh karier dan saya tak bisa diam lagi," tulis Quinn.

Unggahan tersebut mengatakan, Quinn bersembunyi di kamar mandi untuk menghindari pelecehan. Ia pun menceritakan kisahnya karena terinspirasi Lawhead.

Sementara itu, dalam pernyataan di Twitter, Scott Benson yang bekerja untuk Holowka di Night in the Woods menuliskan, "kami percaya dengan tulisan Zoe mengenai tingkah Alec, kami sangat sedih dan sangat marah (atas pelecehan tersebut)."

Insiden ketiga yang terungkap adalah pengembang indie Adelaide Gardner menulis utas Twitter yang panjang, menuduh Luc Shelton, programer gaming di studio Inggris melakukan pelecehan psikologis dan fisik berkelanjutan.

"Sudah dua tahun dan sekali-sekali, seperti sekarang, saya sadar saya masih takut padanya," kata Gardner.

Hal serupa juga dialami oleh Mina Vanir dan penulis gim Insomniac Games Mary Kenny yang buka-bukaan tentang cerita mereka mengalami pelecehan seksual.

Ini bukan pertama kalinya laki-laki di industri gim dituding melakukan pelecehan seksual.

Banyaknya cerita yang muncul ditambah dengan tudingan membuat pelecehan di industri gim begitu signifikan. Mencuatnya sejumlah pengakuan korban, diharapkan bisa mengurangi terjadinya kasus serupa.

Sumber: Liputan6.com [faz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Game
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini