Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PANDI Salurkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Karhutla di Banjarmasin

PANDI Salurkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Karhutla di Banjarmasin PANDI berikan bantuan pada ACT Kalimantan Selatan. ©2019 Merdeka.com/Pandi

Merdeka.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana kabut asap dan kebakaran hutan (karhutla) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akhir September lalu. PANDI menggandeng ACT Kalimantan Selatan untuk menyalurkan bantuan, yang diserahkan langsung kepada Zainal Arifin selaku kepala cabang.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PANDI melalui program corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat yang saat ini terdampak negatif akibat kebakaran lahan dan hutan.

Gunawan Tyas Jatmiko, Chief Registry Operator (CRO) PANDI, mengatakan pihaknya sangat sedih melihat kejadian karhutla ini dan bencana ini menjadi duka bersama. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak. Hingga saat ini asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih mengepung banyak wilayah, sehingga kondisi demikian menyebabkan kualitas udara memburuk.

"PANDI berharap kasus kebakaran hutan dan lahan segera diselesaikan dan tidak terjadi lagi di tahun tahun berikutnya agar masyarakat bisa segera menghirup udara yang sehat lagi”, ujar Gunawan dalam rilisnya, kemarin.

Zainal, ACT cabang Kalimantan Selatan, mengungkapkan karhutla merupakan bencana nasional karena terjadi di lebih dari enam provinsi. "Ini (karhutla) menjadi perhatian kita bersama, demi menjaga kelestarian alam. Bagaimana cara kita menjaga dan menghormati alam, tapi peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, ACT memberikan apresiasi tinggi terhadap bantuan yang diberikan oleh PANDI. "Terima kasih terhadap kepercayaan PANDI untuk menyalurkan, kami melihat ketulusan teman-teman PANDI, dan semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak karhutla," tandasnya.

Bantuan PANDI yang diberikan berupa pemberian oksigen, masker, susu, dan peralatan untuk cuci hidung. Kegiatan difokuskan di salah satu sekolah menengah pertama di Banjarbaru yang paling terkena dampak karhutla, karena berbatasan langsung dengan lahan gambut.

Faizah SPd, Kepala Sekolah SMP Negeri 15 Banjarbaru, menyambut baik kegiatan tersebut.

"Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut setiap tahun, karena penting sosialisasi dampak kebakaran hutan dan edukasi cuci hidung. Kami berterima kasih dan ini perhatian yang sangat luar biasa bagi sekolah kami," ungkapnya. (mdk/sya)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP