Logan Paul dan bahaya sepelekan bunuh diri di depan jutaan pengikut

Rabu, 3 Januari 2018 14:03 Reporter : Indra Cahya
Logan Paul dan bahaya sepelekan bunuh diri di depan jutaan pengikut Logan Paul. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seseorang bintang Youtube bernama Logan Paul baru-baru ini menjadi sasaran kecaman warganet. Pasalnya, Logan, yang memiliki lebih dari 16 juta pengikut di Instagram, karena dianggap sepelekan bahaya bunuh diri.

Yang dilakukan Logan adalah, mengunjungi sebuah hutan di Jepang bernama Aokigahara, yang terkenal sebagai tempat bunuh diri. Tempat tersebut terkenal sebagai tempat untuk mencoba mengakhiri hidup selama lebih dari 50 tahun belakangan.

Setelah datang ke hutan bunuh diri, Logan menemukan mayat seorang pria yang diduga bunuh diri, dan dia menjadikannya sebuah konten vlog. Vlog tersebut diposkan ke YouTube pada 31 Desember lalu.

Video ini akhirnya diturunkan kemarin (2/1), setelah kecaman dari warganet akan ketidakbijakan Logan dalam membuat konten media. Logan akhirnya meminta maaf lewat Twitter, kembali minta maaf lewat video penuh air mata, serta permintaan maaf juga dari pihak resmi YouTube.

Video tersebut disebut punya dampak sangat mendalam soal bagaimana bunuh diri disepelekan. Pasalnya, tanpa melihat konten, video ini menyebar luas. Dalam satu hari, video ini menjaring 1 juta views. Belum lagi belasan juta followersnya di Instagram dan Twitter yang mengikutinya. Terlebih lagi, ia mempunyai fans setia yang bernama Logang.

Hal ini juga tanpa mengabaikan apa yang dilakukan Logan di video tersebut, yang mendeskripsikan bagaimana bentuk mayatnya, melakukan spekulasi kapan kematiannya, serta diduga terdengar tertawa dalam videonya (berdasarkan tulisan dari HuffPost).

Dalam permintaan maafnya, Logan menyebut bahwa ia bermaksud untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terumata pengikutnya, terhadap nyatanya penyakit mental. Namun jika dilakukan melalui penunjukan mayat orang yang melakukan bunuh diri, tentu hal ini salah. Para ahli pun menekankan bahwa video ini justru merugikan mereka yang memiliki masalah kesehatan mental, ketimbang membantu.

Melansir Huffington Post, penelitian menunjukkan bahwa memperlihatkan video atau metode bunuh diri, mungkin memiliki efek menular, dan hal ini akan menyebabkan tindakan meniru bagi orang-orang yang rentan.

Selain itu, menurut Dan Reidenberg yang merupakan direktur eksekutif Suicide Awareness Voices of Education (SAVE), menyebut bahwa konten semacam ini sangat berpengaruh pada stigma orang bunuh diri, yang berdampak pada enggannya orang-orang yang berpotensi bunuh diri untuk mencari bantuan.

"Hal ini bisa menciptakan trauma bagi banyak orang dana memberi efek yang abadi pada seseorang," ungkap Dan Reidenberg kepada HuffPost.

Tentu dalam ranah media sosial, banyak yang bisa kita lakukan. Mulai dari membagi pesan positif di berbagai platform jejaring sosial kita, 'speak up' jika kita perhatian soal kesehatan mental seseorang terutama di media sosial, serta mengedukasi diri sendiri lewat berbagai akun dan kanal.


Teknologi pencegahan bunuh diri

Pencegahan bunuh diri kini sudah dirancang juga menggunakan teknologi canggih. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kanada yang bekerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan Advanced Symbolics, untuk mencoba melakukan pemantauan media sosial dengan teknologi berbasis AI untuk mencari kiriman beresiko bunuh diri.

Advanced Symbolics akan menganalisa 160.000 akun media sosial untuk mencari pola kiriman yang berpotensi buuh diri. Teknologi AI ini juga akan memprediksi area mana saja di Kanada yang mungkin memiliki peningkatan perilaku bunuh diri.

Tak cuma di Kanada, raksasa jejaring sosial Facebook juga meluncurkan fitur pencegahan bunuh diri berbasis AI pada November lalu. Fitur ini berupa penanganan langsung Facebook pada pengguna yang konten yang ia pos di Facebook berpotensi ke arah bunuh diri. Selain itu pengguna juga bisa melaporkan konten yang bisa jadi merupakan tanda bunuh diri.

Instagram, yang merupakan anak perusahan Facebook, juga memiliki fitur yang sama namun lebih condong ke live video yang lebih mudah dilaporkan oleh pengguna lain jika ada potensi bunuh diri. [idc]

Baca juga:
WeChat bantah simpan riwayat obrolan pengguna
Dilanda masalah finansial, CEO LeEco justru tak mau pulang ke China
iPhone jadi perangkat teknologi paling laris di 2017
Pecinta Apple ogah perusahaan keluarkan iPhone X varian gold
Xiaomi Mi Max 3 bakal punya layar raksasa dan baterai super kuat!

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini