Engineer Lokal dan Tantangan Nodeflux di Bisnis Solusi Kecerdasan Buatan (AI)

Sabtu, 9 Februari 2019 09:00 Reporter : Syakur Usman
Engineer Lokal dan Tantangan Nodeflux di Bisnis Solusi Kecerdasan Buatan (AI) nodeflux. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Nodeflux adalah perusahaan rintisan (startup) teknologi lokal yang fokus pada ranah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebuah ranah yang masih 'asing' di jagat digital Indonesia.

Dibangun pada 2016, Nodeflux menawarkan solusi AI berupa teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang terpasang di CCTV dan terhubung dengan database kependudukan. Berkat itu, Nodeflux menjadi salah satu pemenang "Satu Indonesia Awards 2018" yang digelar PT Astra International Tbk.

Meski ranah AI masih baru di Indonesia, Nodeflux mengelola bisnisnya dengan dukungan engineer AI dari Indonesia. Kini, Nodeflux memiliki 73 karyawan lokal, dari baru memiliki 3 karyawan pada 2016.

"Top manajemen sampai ke head of AI, kami cari orang Indonesia," ujar Meidy Fitranto, Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Nodeflux, yang dijumpai usai acara CEO Talks di kantor KLY Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (8/2).

Meidy yang alumnus ITB ini mengakui, sumber daya manusia memang merupakan salah satu tantangan startup AI di Indonesia. Sebab engineer AI masih sangat terbatas di republik ini.

Alih-alih mempekerjakan karyawan asing, Nodeflux memilih mengajak anak bangsa yang ada di luar negeri (diaspora) untuk pulang, demi mengembangkan teknologi ini secara bersama-sama. Apalagi bisnis teknologi AI tengah berkembang di Tanah Air, meski arena teknologi AI masih jarang di sini.

Memang beberapa perusahaan sudah masuk ke area ini, tapi peluang bisnis AI masih sangat besar di Indonesia. Maka itu, dia memiliki visi bagaimana mendorong teknologi AI di Indonesia bisa seperti China, yang dengan dukungan pemerintahnya ingin merajai AI di dunia.

"Secara teknologi, ini bersifat open source sehingga gap informasi antarnegara bisa lebih sedikit. Secara informasi, kita juga bisa belajar teknologi yang sudah maju. Kita bisa beririsan sekaligus bersaing dengan pemain bisnis teknologi AI lainnya," katanya.

Namun demikian, Meidy menjabarkan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi startup Indonesia untuk mengembangkan teknologi AI sebagai inti bisnis.

"Kurikulum pendidikan kita (Indonesia) belum bisa masuk dengan teknologi yang saat ini kita provide. Makanya kita harus cari orang Indonesia yang belajar di luar dan ajak berkarya di Indonesia," ucapnya.

Pada pandangan Meidy dan tim Nodeflux, Indonesia ibarat raksasa yang sedang tidur. Maka itu, dia berharap beberapa tahun ke depan, Indonesia bisa bangun, terutama jika melihat prediksi ekonomi Indonesia di masa depan yang sangat besar; Top 5 di 2040.

"Jangan sampai hanya menjadi pasar, makanya sekarang banyak startup yang memanggil anak-anak muda kembali ke Indonesia untuk membantu bisnis ini," tuturnya.

Teknologi AI di Asian Games 2018

Menurut Meidy, saat ini kecerdasan buatan yang berbasis mesin atau komputer dapat melakukan kegiatan berpikir layaknya manusia. Bahkan, kecerdasan buatan ini bisa mengenali dan mendengar layaknya manusia.

Nodeflux sendiri bergerak di bidang AI dan video analytics, menggunakan teknologi machine learning dan deep learning.

"Computer vision membuat mesin bisa melakukan pengenalan obyek, mengenali manusia, gender, hingga rentang usia," ucapnya.

Dibangun 2016, Nodeflux telah terlibat dalam proyek kamera keamanan yang memantau event olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, dan IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali.

Meidy menceritakan, saat Asian Games 2018, Nodeflux bekerja sama dengan Kepolisian RI untuk menyediakan teknologi pengenalan wajah yang dipasang di CCTV, tujuannya untuk memantau keamanan. Selain itu, melalui kecerdasan buatan, startup yang bermarkas di Kemang, Jakarta Selatan, ini juga mampu mengestimasi berapa banyak jumlah massa dari sebuah kerumuman.

sumber: Liputan6.com

reporter: Agustin [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini