Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup, aneh dan unik!

Selasa, 23 Januari 2018 00:01 Reporter : Indra Cahya
Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup, aneh dan unik! Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sperma adalah dari mana kita berasal. Selama ini kita hanya mengetahui bahwa sperma adalah sel yang berenang di uterus untuk mencari sel telur yang bisa dibuahi.

Manusia bisa menghasilkan antara 20 hingga 100 juta sperma, dan bisa menghasilkan 1.500 per detiknya. Kecanggihan teknologi telah menolong para ilmuwan untuk membuat sperma buatan di laboratorium dari sel induk dan digunakan untuk menghamili tikus.

Namun di samping itu masih banyak fakta unik lain tentang sperma. Hal ini bisa dimulai dari fakta ternyata tak semua sperma sama. Bahkan di antara golongan makhluk hidup lain, banyak juga yang aneh.

Berikut di antaranya.

1 dari 6 halaman

Sperma raksasa

Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup. ©2018 Merdeka.com

Sperma manusia berukuran 50 makrometer. Dengan mata telanjang tentu Anda tak bisa melihatnya. Uniknya, makin besar makhluk, makin kecil spermanya. Seperti sperma Paus yang hanya berukuran 30 mikrometer.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. Tupai madu yang mungil punya sperma yang berukuran 350 mikrometer, yang bisa kita lihat hanya dengan kaca pembesar. Namun yang paling besar adalah milik Drosophila bifurca, seekor lalat buah yang sel spermanya memiliki panjang 6 centimeter yang didominasi ekor melingkar. Hal ini ada karena ternyata saluran reproduksi betinanya juga panjang, yang panjangnya juga berfungsi menyingkirkan sperma lemah.

2 dari 6 halaman

Berenang bersama

Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup. ©2018 Merdeka.com

Ratu semut di gurun yang merupakan spesies Cataglyphis savignyi, punya kemampuan hidup di atas rata-rata serangga lain, yakni 20 tahun. Sang ratu semut ini 'kawin' dengan banyak sekali pasangan ketika muda dan mampu menyimpan spermatozoa mereka di sebuah organ bernama spermathecal. Untuk bisa memiliki keturunan ratu, semut pria harus bersaing dan hal ini cukup ketat.

Akhirnya, semut pria berevolusi membuat sebuah taktik menarik, yakni secara kooperatif untuk berenang bersama.

Benar. 50 hingga 90 spermatozoa menyatukan 'kepala' mereka dengan sebauh molekul protein dan berenang bersama. Walhasil, berenang bersama ini membuat mereka 51 persen lebih cepat ketimbang berenang sendiri.

Ketika sudah sampai ke spermathecal, kelompok sperma ini pecah dan mengisi 'tangki' sperma tersebut yang bisa digunakan sang ratu untuk pembuahan selama 20 tahun umur hidupnya.

3 dari 6 halaman

'Nebeng' sperma

Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup. ©2018 Merdeka.com

Sebagian besar mamalia memiliki sperma dengan sel berbentuk seperti kecebong atau air mata. Nah, berbeda dengan tikus. Tikus memiliki sperma berbentuk seperti sabit. Hal ini tak dibutuhkan untuk jadi lebih hidrodinamis seperti pada bentuk kecebong, namun dibutuhkan untuk 'nebeng.'

Pada dasarnya, sistem ini mirip milik semut gurun yang dijelaskan sebelumnya, namun sperma tikus tidak secara sengaja berenang bersama. Ada satu sperma berenang, lalu yang lain ikut 'nebeng' dengan kepala sabitnya tadi. Akhirnya, seperti ada rombongan kereta sperma yang berenang bersama.

menurut penelitian, jumlah kelompok sperma yang saling nebeng ini bisa mencapai 35 sperma, meski secara optimal, hanya bisa 7 sperma saja untuk berenang lebih cepat.

4 dari 6 halaman

GPS sperma adalah bau

Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup. ©2018 Merdeka.com

Bagaimana sperma tahu ke mana harus pergi? Ternyata dalam konteks sperma milik nyamuk, mereka mengikuti hidung mereka.

Tentu bukan hidung sesungguhnya. Namun para ilmuwan menemukan beberapa molekul aneh pada nyamuk Anopheles gambiae yang biasanya terkait dengan indera penciuman wanita, di mana hanya nyamuk betina yang mengendus darah yang memang dibutuhkan untuk telurnya. Nyamuk betina melakukan ini dengan reseptor bau di antena mereka.

Ternyata, reseptor tersebut ditemukan di sperma nyamuk jantan dan diduga, sperma nyamuk memiliki semacam indera penciuman. Reseptor ini ada di ekor spermatozoa, dan ketika ada bahan kimia tertentu, sel-sel ini makin semangat berenang. Pada dasarnya, reseptor ini diyakini merupakan sinyal sperma untuk mobilisasi sperma, yang akan tahu kapan waktu yang tepat untuk pembuahan. Lalat buah dan lebah ternyata juga memikiki mekanisme serupa.

5 dari 6 halaman

Sperma termalas

Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup. ©2018 Merdeka.com

Salah satu hewan paling aneh adalah tikus mol telanjang atau dalam bahasa Inggris, naked mole rat. Tikus ini hidup di bawah tanah dengan kadar oksigen yang rendah, hampir kebal terhadap kanker, serta tidak bisa merasakan sakit. Mereka juga hidup seperti semut ataupun lebah, yang punya ratu yang jadi satu-satunya yang bereproduksi.

Di kelompoknya, sang ratu tikuslah yang memilih pasangannya. Jadi, hampir tak ada persaingan antar tikus untuk membuahi ratu.

Akhirnya, sperma tikus ini jadi sperma yang paling malas dari semua binatang yang pernah ada.

Menurut penelitian, hanya 7 persen dari semua sperma tikus ini yang bergerak, serta mereka berenang dengan kecepatan hanya 35 mikrometer per detik. Bentuk dari spermanya pun tak jelas, di mana bentuk kepalanya ada yang berbentuk bulat tak beraturan, ada yang lonjong seperti terjepit, ada pula yang memiliki banyak kepala.

6 dari 6 halaman

Ekstremnya kehidupan seks antechinus

Deretan berbagai sifat sperma milik makhluk hidup. ©2018 Merdeka.com

Di hutan Australia, hidup spesies binatang marsupial yang punya kehidupan seks yang mengerikan. Binatang marsupial kecil bernama Antechinus ini sangat hiperaktif hingga aktivitas seks tak akan berhenti hingga tiga minggu lamanya, dengan sekali aktivitas seksual menghabiskan waktu 14 jam.

Hal ini ia lakukan karena ini merupakan cara sperma mereka untuk 'bersaing' antara satu antechinus dengan yang lainnya di para betina. Tujuannya, agar antechinus bisa memproduksi sperma terbaik dan terbuahi ke wanita. Namun hal ini harus dibayar mahal.

Hal ini menjadikan dalam beberapa minggu saja, antechinus jantan akan selalu mati, karena ekstremnya hubungan seks yang mereka jalani. Bahkan mereka meninggal dalam keadaan buta dan kondisi tubuh mengerikan.

Dalam hidupnya, antechinus tidak menghiraukan hal lain selain berhubungan seks dengan betina lain sebanyak mungkin. Ketika hal ini terjadi, tubuh antechinus memproduksi hormon yang mengontrol gula darah dalam tubuhnya, sehingga mereka bahkan tak perlu makan untuk dapat energi untuk berhubungan seks selama tiga minggu. Hormon ini juga memproduksi kortisol, sebuah hormon stres yang dapat meningkatkan energi.

Namun dengan tidak seimbangnya kortisol yang dipakai dalam tubuh antechinus, keadaan tubuhnya akan goyah. Kepadatan tulangnya melemah dan sistem imunnya jadi sangat lemah. Hal ini yang menyebabkan mereka menjadi buta dan seluruh organ dan tulangnya 'remuk.'

Anehnya ini tak terjadi di betina karena mereka tak perlu memproduksi hormon sebanyak itu. Menjadikan betina bisa hidup hingga 3 tahun, sementara jantan tak pernah melewati 12 bulan umur hidup.

[idc]
Topik berita Terkait:
  1. Sains
  2. Sperma
  3. Penelitian Ilmiah
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini