Data Penumpang Bocor, Perwakilan Lion Air Temui Kemkominfo

Kamis, 19 September 2019 18:34 Reporter : Fauzan Jamaludin
Data Penumpang Bocor, Perwakilan Lion Air Temui Kemkominfo Lion Air tipe Boeing 737-900ER di Bandar Udara Sentani, Jayapura. ©dok.Lion Air

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan pemanggilan terhadap perwakilan Lion Air Group. Pemanggilan itu terkait dengan kebocoran data penumpang.

Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA), Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, pertemuan dengan perwakilan Lion Air Group untuk melakukan klarifikasi terhadap kejadian itu.

"Tadi kami sudah bertemu dan berkoordinasi untuk mendapatkan klarifikasi dari Lion Group. Jadi tadi, dilaporkan memang ini ada kejadiannya dan kejadiannya itu ada di data Malindo dan Thai Lion yang beroperasi dari Malaysia," ungkap Semuel kepada awak media di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Kamis (19/9).

Lebih lanjut, kata Semuel, untuk berapa jumlah data penumpang yang bocor, belum diketahui. Sebab, masih dalam tahap investigasi. Yang jelas, menurut dia, data penumpang Lion telah diproteksi.

"Nah, berapa jumlahnya kita belum tahu. Lagi dilakukan investigasi. Tapi posisi data penumpang Lion sudah teramankan atau terproteksi. Hal ini sudah dilaporkan ke otoritas di Malaysia untuk dilakukan investigasi karena kejadiannya di sana. Kita harus menunggu dari sana," jelas pria yang karib disapa Semmy ini.

Managing Director Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, memastikan bahwa setelah mendapatkan informasi kebocoran data itu melalui screenshot, pihaknya langsung menghubungi seluruh administrator sistem IT-nya. Diberitakan sebelumnya, Amazon Web Service (AWS) merupakan pihak administrator sistem IT dari Lion Group.

"Kami langsung menghubungi pihak administrator kami pada hari itu juga dan menanyakan terkait dengan ada tidaknya data yang leak. Setelah itu, dari pihak administrator menyatakan tidak ada kebocoran data lagi. Artinya sudah terproteksi," ungkap Daniel.

"Jadi kami bisa pastikan, data penumpang tidak bocor lagi," tambahnya.

Sebelumnya, Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber Rusia, melaporkan sekitar 30 juta data penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air bocor. Data yang bocor meliputi passport, alamat, dan nomor kontak.

Pihak Kaspersky sebetulnya telah memberikan peringatan kepada penggunanya pada 13 September terkait kebocoran data penumpang grup Lion Air. Tepatnya dua hari setelah informasi mengenai pelanggaran data Malindo Air dan Thai Lion Air dipublikasikan.

[faz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Lion Air
  3. Amazon
  4. Hacker
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini