Christina Koch, Astronot Wanita Pencetak Sejarah yang Akhirnya Pulang ke Bumi

Senin, 10 Februari 2020 11:12 Reporter : Indra Cahya
Christina Koch, Astronot Wanita Pencetak Sejarah yang Akhirnya Pulang ke Bumi Astronot Christina Koch. ©2020 Guiness World Records

Merdeka.com - Minggu lalu, tiga astronot telah pulang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. Yang istimewa, salah satu astronot tersebut mencetak sejarah.

Pasalnya, salah satu astronot bernama Christina Koch yang menghabiskan hampir satu tahun di luar angkasa, memecahkan rekor untuk penerbangan ruang angkasa terpanjang dan berkelanjutan oleh seorang wanita.

Ia mendapatkan rekor ini setelah memecahkan rekor lainnya, yakni melakukan spacewalk yang dilakukan kesemuanya oleh wanita.

Koch sendiri kembali ke Bumi bersama astronot Luca Parmitano dari European Space Agency dan astronot Rusia Aleksandr Skvortsov, yang sudah berada di stasiun sejak Juli.

Ketiganya pulang menggunakan kapsul Soyuz besutan Rusia, merapat ke stasiun, lalu menyelesaikan perjalanan kembali yang ditempuh selama tiga jam.

1 dari 2 halaman

Sejak diluncurkan pada bulan Maret 2019 lalu, Koch telah melakukan banyak percobaan sains di atas ISS. Salah satunya adalah uji coba bagaimana perilaku api di gravitasi mikro, serta penelitian tentang kristal protein tumbuh di ruang angkasa.

Koch sendiri adalah objek percobaan oleh NASA, di mana ia diteliti oleh para ilmuwan soal bagaimana tubuh berubah selama tinggal lama di luar angkasa.

Koch tinggal di luar angkasa selama 328 hari, lebih sedikit beberapa hari dari astronot NASA Scott Kelly yang menempuh 340 tahun.

2 dari 2 halaman

Prestasi Bersejarah

Namun tak bisa dimungkiri, prestasi terbesar dari Koch adalah dilakukannya spacewalk olehnya bersama satu astronot wanita lainnya, yakni Jessica Meir.

Ini adalah pertama kalinya dua wanita melakukan spacewal, tanpa ada pria.

Awalnya, ia dijadwalkan melakukan spacewalk pada Maret. Namun karena kostum luar angkasa yang terbatas, akhirnya hal ini tetap dilakukan, namun berpasangan dengan pria.

Proyek ini akhirnya terealisasikan pada bulan Oktober 2019. [idc]

Baca juga:
Januari 2020 Adalah Bulan Januari Terpanas Sepanjang Sejarah
Alat Deteksi Kebocoran Pipa Ambil Inspirasi Dari Kelelawar
Canggih, Panel Surya Kini Mampu Hasilkan Energi di Malam Hari
Ilmuwan Temukan Cara Baru Untuk Olah Limbah Nuklir, Efektifkah?
Astronom Temukan 2 Planet Mirip Bumi, Bisa Dihuni?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini