Cerita di Balik Gagalnya Twitter Diakuisisi Disney

Rabu, 25 September 2019 16:03 Reporter : Indra Cahya
Cerita di Balik Gagalnya Twitter Diakuisisi Disney Ilustrasi Twitter. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu perusahaan raksasa dunia yakni Disney, disebut hampir saja mengakuisisi Twitter pada 2017 lalu.

Di tahun-tahun tersebut, Twitter belum kembali ke masa jayanya. Kala itu, kerap dirumorkan kalau platform berlogo burung biru tersebut akan dijual.

Nah, melansir Mashable yang mengutip The New York Times, Disney adalah salah satu raksasa yang tertarik mencaploknya.

Dalam buku CEO Disney Robert Iger berjudul "The Ride of a Lifetime," sang CEO menyebut bahwa Disney di bawah arahannya hampir memiliki Twitter namun akhirnya menjauh.

1 dari 2 halaman

Banyak Masalah

"Masalahnya lebih besar daripada yang ingin saya hadapi, lebih besar dari yang saya pikir bisa saya hadapi," ungkap Iger di laman New York Times.

"Ada masalah brand, yang punya dampak teknologi besar ke masyarakat. Kegilaannya luar biasa," lanjutnya.

"Saya suka melihat berita di Twitter karena saya ingin memfollow 15, 20 subyek yang berbeda. Kemudian ketika melihat notifikasi, Anda akan langsung menyesalinya," ungkap sang CEO.

Hal ini merujuk pada umpan balik masif yang bisa didapat dari Twitter, melebihi kebutuhan untuk sekadar mengonsumsi informasi.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan klaim bahwa Twitter bisa melakukan banyak hal baik di dunia, namun juga banyak hal buruk.

"Aku tidak mau mengambilnya," ungkap Iger.

Tentu tidak terbayangkan jikalau Disney benar-benar dibeli oleh Twitter. Twitter akan sangat berbeda jika diakuisisi perusahaan yang terkenal sangat ramah anak dan remaja ini.

Disney bisa jadi akan melahirkan kebijakan untuk membumihanguskan ujaran kebencian yang tumbuh belakangan ini di penjuru Bumi lewat platform Twitter.

2 dari 2 halaman

Kisah Kegagalan Akuisisi Twitter

Saat ini mungkin Twitter adalah jejaring sosial yang sangat populer. Namun beberapa tahun lalu, platform ini benar-benar berjuang untuk ada yang mengakuisisi.

Dirumorkan selain Disney, terdapat juga Salesforce.com, serta Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google yang tertarik mengakuisisi Twitter.

Seperti yang kita tahu saat ini, tentu ketiga perusahaan tadi menarik diri dari pembicaraan akuisisi dengan Twitter. laporan tersebut muncul hanya dalam dua minggu sebelum proses lelang Twitter dimulai.

Kala itu, saham Twitter langsung anjlok ke posisi terendah dan jadi salah satu yang terburuk. Keuntungan bersih kala itu pun dilaporkan menipis sehingga investor kebakaran jenggot.

Saat itu, Twitter terpaksa memecat ratusan pekerjanya di divisi penjualan dan pemasaran demi menutupi celah kerugian. [idc]

Baca juga:
Twitter Uji Coba Fitur Sembunyikan Reply Cuitan
Perang Tagar, Menggembosi dan Menunggangi Demo Mahasiswa Lewat Medsos
Niluh Lanjutkan Proses Hukum Cuitan Lisa Marlina yang Diduga Lecehkan Bali
Revisi PP Nomor 82 Tahun 2012, Cara Pemerintah Cegah Penyebaran Konten Hoaks
Mewaspadai Media Sosial Sebagai 'Mata-Mata' di Era Digital
Polri Sebut Kasus Diskriminasi dan Rasisme Meningkat Terutama di Medsos
Gubernur Lampung Maafkan Terdakwa yang Catut Namanya di Facebook dan WA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini