Minangkabau selain kental dengan tradisi dan adat istiadat Melayu, terdapat pula ritual-ritual yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Salah satu ritualnya dikenal dengan sebutan Anak Balam.
Ritual yang satu ini biasa digunakan oleh masyarakat Minang untuk mengobati suatu penyakit dengan kekuatan syair atau mantra serta alunan musik.
Selain itu, ritual ini juga dilengkapi dengan penari-penari yang berjumlah genap. (Foto: Pixabay)
Secara umum, Anak Balam ini adalah ritual pengobatan alternatif yang masih berkaitan dengan dunia perdukunan. Peran dukun ini untuk mengobati penyakit di dalam tubuh seseorang akibat pengaruh gaib.
Advertisement
Ada Penari dan Alunan Musik
Meski ritual Anak Balam ini masih terikat dengan perdukunan dan mistis, namun dalam praktiknya membutuhkan beberapa orang penari berjumlah genap.
Uniknya, para penari ini akan mengikuti irama yang dihasilkan dari alunan alat musik biola. Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, para penari akan menari sembari mengucapkan mantra secara berirama.
Jumlah penari ini mengacu pada jumlah burung balam (perkutut) yang biasanya selalu lahir (ditetaskan) dua ekor (sepasang). Dalam kondisi tertentu, salah satu penari atau 3 orang penari akan pingsan dan 1 penari akan kerasukan, penari inilah yang menjadi dukun yang akan mengobati pasien.
Advertisement
Proses Pengobatan
Dilansir dari artikel "Nyanyian Anak Balam: Terapi Mistik Perdukunan Ke Seni Pertunjukan Rabab Pasisie Di Pesisir Selatan Sumatera Barat", sebelum memulai ritual, pihak yang akan berobat harus menyediakan beberapa syarat
berupa ramuan obat dan sesajian yang diserahkan kepada dukun.
Sesaji itu berupa Bungo Tujuah macam untuk mendiagnosa pasien, Limau Tigo Macam atau jeruk tiga jenis, 15 sajian bahan lainnya yang ditujukan untuk roh leluhur atau dewi yang dipanggil dukun.
Biasanya ritual Anak Balam akan dilakukan di dua tempat, yaitu di rumah dukun dan juga di tepi pantai.
Advertisement
Berubah Fungsi
Seiring perkembangan zaman, Anak Balam berubah fungsinya yang tadi untuk ritual pengobatan menjadi sebuah hiburan semata.
Praktik Anak Balam ini sudah semakin jarang dilakukan. Hal ini sudah mulai adanya fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni.
Advertisement
Ritual Penuh Nilai Kehidupan
Anak Balam ini mengandung nilai-nilai positif yang bisa kita petik. Pertama, ada nilai ketuhanan bahwa masyrakat sangat mempercayai jika tuhan menyediakan obat untuk segala penyakit.
Kemudian, tugas manusia atau yang mengalami penyakit adalah berdoa dan berikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan. Lalu, ada nilai kemanusiaan dimana para pelaku Anak Balam berusaha membantu pasien untuk sembuh dari penyakitnya.
Selain itu, ada nilai keindahan yang diambil dari gerakan tarian yang mengikuti irama musik sehingga melahirkan estetika dan keindahan dalam gerak dan bunyi.