Mengunjungi Situs Menhir Mahat, Jejak Peninggalan Budaya Megalitik di Lima Puluh Kota Sumbar

Situs ini terdiri dari kumpulan menhir atau batu peninggalan budaya megalitik. Diperkirakan usianya sudah ribuan tahun.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Mengunjungi Situs Menhir Mahat, Jejak Peninggalan Budaya Megalitik di Lima Puluh Kota Sumbar
Mengunjungi Situs Menhir Mahat, Jejak Peninggalan Budaya Megalitik di Lima Puluh Kota Sumbar (Merdeka.com)

Indonesia memiliki beragam situs peninggalan dari zaman pra-sejarah yang mungkin hingga detik ini masih banyak yang belum terungkap. Peninggalan tersebut begitu penting karena merupakan bagian dari rangkaian sejarah umat manusia.

Sumatra Barat dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah yang cukup terkenal di kalangan para peneliti dan arkeolog terkait peninggalan-peninggalan sejarah, salah satunya dari zaman Megalitikum.

(Foto: Wikipedia)

Kawasan situs yang terletak di Nagari Mahat, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat ini bernama Situs Menhir Mahat. Di kawasan ini tersebar ribuan batu-batu tegak atau menhir yang konon sudah berusia kurang lebih ribuan tahun.

Selain menjadi kawasan cagar budaya, Situs Menhir Mahat ini juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang tentunya membuka wawasan dan ilmu pengetahuan.

Tak hanya itu, temuan-temuan menhir di Nagari Mahat ini juga tersusun rapi dan mengandung makna-makna tertentu. Selain itu, masih terdapat beberapa keunikan lain di Situs Menhir Mahat.

Menghadap Gunung Sago

Mengutip ANTARA, Situs Menhir Mahat ini dikabarkan sudah berusia sekitar 2.000 hingga 6.000 tahun sebelum Masehi. Uniknya, seluruh menhir disusun dengan sengaja menghadap ke Gunung Sago.

Seluruh menhir yang menghadap ke Gunung Sago ini seolah-olah memiliki 'kiblat' tersendiri. Keberadaan menhir ini disimbolkan sebagai tanda makam, penghormatan, dan kepercayaan orang-orang terdahulu.

Masih Terungkap Sebagian

Menurut Balai Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar mencatat bahwa temuan batu-batu menhir ini baru terungkap sebagian saja. Artinya, masih tergali sebesar 20 persen saja.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari penemuan ini, tentu saja sisa-sisa peninggalan batu menhir tersebut masih banyak yang belum terungkap.

(Foto: Wikipedia)

Tepat di Garis Khatulistiwa

Keunikan lain dari batu Menhir Mahat adalah tata letak geografisnya yang tepat berada di garis khatulistiwa.

Kemudian, batu-batu menhir dengan berbagai ukuran tersebut menjadi ikon dari Nagari Maek yang disebut sebagai nagari atau daerah dengan 1.000 menhir. Untuk mencapai lokasi, pengunjung hanya perlu berkendara selama kurang lebih dua jam dari Payakumbuh.

Rekomendasi