Bukan di Luar Negeri, Tambang Timah Terbesar di Asia Tenggara Ternyata Dulu Ada di Belitung

Siapa sangka jika tambang timah terbuka (open pit) terbesar di Asia Tenggara ternyata berada di Bangka Belitung.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Bukan di Luar Negeri, Tambang Timah Terbesar di Asia Tenggara Ternyata Dulu Ada di Belitung
Tambang Open Pit Nam Salu (© 2024 merdeka.com)

Indonesia sudah terlahir sebagai sebuah negara dengan hasil bumi yang begitu kaya nan melimpah. Potensi besar yang dimiliki negara ini tentu membuat orang-orang asing tertarik untuk mengambil hasilnya.

Di samping mengambil hasilnya secara langsung, mereka pun juga mendirikan berbagai perusahaan swasta yang mempekerjakan orang-orang Pribumi dalam mengolah hasil buminya.

Salah satunya tambang timah yang ada di Belitung.

Belanda telah merintis penambangan timah di Belitung pada 1851 dan mendapat konsesi setahun setelahnya. Sehingga penambangan ini sudah terpisah dari Pulau Bangka.

Pada penambangan timah di tempat ini, Belanda menggunakan para kuli-kuli tambang yang kebanyakan dari Cina yang disebut sebagai 'Singkek' atau sekarang dikenal dengan Peranakan Tionghoa.

Awal Mula Penambangan

Melansir dari kanal Youtube AMJ Channel_78, pada abad 19, Belitung dan Bangka sempat jatuh ke pihak Inggris yang disusul dengan takluknya Kerajaan Palembang tahun 1812.

Kemudian, pada perjanjian 'Traktat London' tahun 1914, wilayah ini pindah tangan ke pihak Belanda.

Saat berada di kekuasaan Belanda, pihaknya mengakui secara sah jika KA Rahad sebagai Raja Belitung dengan gelar Depati Tjakraningrat VIII. Ia kemudian membangun sebuah pemukiman di Kampung Gunong.

Tahun 1851 telah ditemukan sebuah pertambangan, kabar tersebut sampai ke telinga pihak Belanda.

Mereka pun langsung melakukan penambangan di Belitung. Sejak itu, pihak Belanda mulai menaruh pejabatnya di Belitung dan membentuk distrik-distrik berdasarkan wilayah penambangan.

Perkampugan Tambang

Mulai tahun 1924, aktivitas penambangan pun memerlukan tenaga kerja atau kuli tambang sehingga dibentuklah beberapa perkampungan.

Di tempat ini kemudian terdapat mandor-mandor untuk mengawasi aktivitas pertambangan sekaligus bertanggung jawab kepada kepala distrik.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tahun 1930-an Belitung sudah ditetapkan menjadi satu distrik yang dikepalai oleh seorang Dumang. Belanda juga membentuk distrik-distrik lainnya seperti Tanjung Pandan, Manggar, Buding, Dandang.

Kota atau distrik tersebut sudah dilengkapi oleh berbagai fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung kegiatan pertambangan.

Berkat adanya aktivitas pertambangan, wilayah tersebut menjadi modern dan lebih maju. (Foto: Instagram/gerismana)

Tambang Open Pit Nam Salu

Mengutip dari namsalugeosite, Open Pit Nam Salu adalah  tambang terbuka pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Namun kini sudah tidak lagi beroperasi. Menyisakan sebuah lubang yang cukup lebar dengan danau di bagian tengahnya.

Tambang Open Pit Nam Salu  jadi objek wisata daerah Belitung dan sudah dikelola pemerintah. Bahkan, tempat ini sudah terdaftar dalam UNESCO Global Geopark.

Melansir dari situs namsalugeosite, tambang yang terletak di Desa Senyubok Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur ini mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1980-1993.

Selama beroperasi, tambang Open Pit Nam Salu ini bisa memproduksi bijih timah sebanyak 500 ton.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada tambang Open Pit Nam Salu ini merupakan endapan bijih timah primer terbesar dalam satu cebakan yang pernah ditemukan.

Rekomendasi