Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara menggerebek sebuah perkampungan di Jalan Rumah Potong Hewan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan yang diduga sebagai markas peredaran narkoba pada Rabu (23/11).
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @tkpmedan, terlihat anggota kepolisian tengah mengejar para pelaku pengedar narkoba. Personel kepolisian juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang nampaknya dibuang begitu saja oleh pelaku.
Dari penggerebekan ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pengedar narkoba di kampung tersebut.
Advertisement
Amankan Barang Bukti
Pada saat melakukan penyisiran di lokasi tersebut, personel kepolisian berhasil mengamankan seorang wanita yang sempat kabur ke rawa-rawa. Disinyalir wanita itu juga terlibat dalam peredaran narkoba di kawasan tersebut.
Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti yang tersimpan di saku celana wanita tersebut. Tak hanya itu, seorang pelaku yang mencoba melarikan diri dari kejaran petugas dengan bersembunyi di kolong rumah juga berhasil diamankan. Dari pelaku tersebut turut ditemukan barang bukti paketan sabu dan alat isap sabu atau bong.
Advertisement
Meresahkan Warga
Dalam penggerebekan itu, petugas Polres Pelabuhan Belawan menangkap tujuh orang yang diduga bandar dan pengguna narkoba, dua di antaranya adalah wanita.
Dari tangan pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa empat paketan kecil narkotika jenis sabu-sabu siap edar, empat unit telepon genggam, alat isap sabu atau bong, dan sejumlah uang tunai.
"Penggerebekan ini dilakukan berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap keberadaan pelaku pengedar narkoba yang tinggal di bantaran rel kereta api," kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Herison Manullang dilansir akun Instagram @tkpmedan (24/11).
Penggerebekan ini bukan pertama kali, sebelumnya pihak kepolisian juga sempat menggerebek kawasan perkampungan di bantaran rel kereta tersebut. Namun peredaran narkoba di kawasan itu masih terus merajalela.