Belum lama ini, Arie Untung menyampaikan keresahannya mengenai fenomena salah satu guru pesantren yang melakukan tindakan tak manusiawi kepada puluhan santriwati yang berada di pondok pesantren Bandung, Jawa Barat. Hal itu disampaikannya melalui unggahan Instagram pribadinya.
Dalam unggahannya itu, suami Fenita Arie ini mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih pesantren. Karena pesantren merupakan tempat untuk menitipkan anak guna menempuh pendidikan agama. Mengingat meningkatnya pertumbuhan jumlah pondok pesantren di Indonesia, maka orang tua perlu sangat selektif dalam memilihkan pesantren untuk anaknya.
Selain itu, Arie Untung juga menyarankan agar orang tua untuk menyelidiki terlebih dahulu ada tidaknya kaitan pengelola dengan afiliasi lembaga lain.
"Tumbuh suburnya pesantren di Indonesia udah berkembang sampe 30k. Makanya melihat potensi ini ada aja satu dua yg memanfaatkan potensi utk pura pura jadi pesantren biar bisa meluapkan syahwat begini," tulis Arie Untung dalam unggahan Instagram pribadinya.
"Mesti lebih selektif lagi memilihkan tempat untuk menitipkan anak2 kita, telusuri dulu afiliasinya kemana, apakah itu benar? apa cuma status fb nya aja dr pelaku," lanjutnya.
Advertisement
Penawaran Murah
Tak hanya itu, Arie Untung juga mengingatkan kepada setiap orang tua butuh penelusuran yang lebih dalam lagi agar tidak tergiur dengan penawaran bodong. Terlebih jika mendengar sebuah pesantren yang menawarkan pendidikan secara gratis.
"Harga relatif kalau mampu cari tempat yang terbaik secara fasilitas karena ini buat anak kita, harta kita nanti akan ditanya, kemana di spend. Kalau belum mampu telisik detail sanad keulmuan guru2nya, banyak pesantren2 hebat yang hidup dari wakaf orang2 baik. Tapi kalau ada yg nawarin gratis cek ricek dulu ya," imbuh Arie Untung.
Advertisement
Banyak Pesantren yang Bagus
Kini berita tersebut sedang menjadi sorotan publik. Namun, Arie Untung mengatakan bahwa hal itu tidak mencoreng nama-nama pesantren lain di Indonesia. Hal itu dikarenakan banyak pesantren lain yang berkualitas dan memiliki program yang bagus.
"Tapi apakah ini mencoreng pesantren? Ngga tuh beda jumlah yg berkualitas sama yg abal2 begini," tuturnya.
Di akhir keterangannya, Arie juga berharap agar pelaku dapat bertaubat dan juga dirinya terus menelusuri mengenai info tersebut apakah ini fakta atau tidak.
"Mudah2an cepet tobat nih orang, entah apa jurusannya, menurut pengakuan tetangganya diluar akidah islam ahlussunah wal jamaah, kalau ada yg tau infonya monggo berinfo," tutupnya.