PTSD Symptoms yang Penting Diketahui, Pahami Penyebabnya
Merdeka.com - Posttraumatic stress disorder (PTSD) adalah gangguan kejiwaan yang mungkin terjadi pada orang yang pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis seperti bencana alam, kecelakaan serius, aksi teroris, perang/pertempuran, atau pemerkosaan atau yang diancam akan dibunuh, kekerasan seksual atau cedera serius.
Kondisi ini pertama kali diketahui pada veteran perang. PTSD memiliki nama yang berbeda di masa lalu, seperti 'shell shock', tetapi kini telah terbukti, PTSD tidak hanya didiagnosis pada tentara. PTSD dapat terjadi pada semua orang, dari etnis, kebangsaan atau budaya apa pun, dan pada usia berapa pun.
PTSD dapat mengganggu kehidupan seseorang selama bertahun-tahun, tetapi pengobatan dapat membantu mereka pulih. Berikut merdeka.com rangkum apa sajaPTSD Symptoms atau gejalanya, penyebab, dan cara mengobati:
PTSD Symtomps atau Gejala PTSD
Ini adalah beberapa tanda dan gejala umum PTSD yang mungkin bisa dikenali. Pengalaman setiap orang berbeda, jadi semua PTSD symptomps ini belum tentu dialami seseorang sekaligus.
Menghidupkan kembali kenangan atau ingatan dari apa yang terjadi
PTSD symtomps ini meliputi:
Kewaspadaan atau perasaan gelisah
Ini meliputi:
Menghindari perasaan atau kenangan
Ini meliputi:
Keyakinan atau perasaan yang sulit
Ini dapat mencakup:
Mengapa PTSD memiliki efek fisik?
Ini bisa jadi karena ketika kita merasa stres secara emosional, tubuh kita melepaskan hormon yang disebut kortisol dan adrenalin. Ini adalah cara otomatis tubuh bersiap untuk merespons ancaman, kadang-kadang disebut respons 'lawan, lari, atau membeku' .
Penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang dengan PTSD akan terus memproduksi hormon ini ketika mereka tidak lagi dalam bahaya, yang dianggap dapat menjelaskan beberapa gejala seperti kewaspadaan ekstrim dan mudah terkejut.
Beberapa orang juga mengalami gejala fisik yang mirip dengan gejala kecemasan, seperti sakit kepala, pusing, nyeri dada, dan sakit perut.
Penyebab PTSD
PTSD dapat berkembang setelah peristiwa traumatis. Contohnya meliputi:
Situasi apa pun yang memicu rasa takut, kaget, ngeri, atau tidak berdaya dapat menyebabkan PTSD.
Cara Mengobati PTSD
PTSD tidak hanya mempengaruhi orang yang memilikinya. Hal ini juga dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka.
Emosi, seperti kemarahan dan ketakutan, yang sering dihadapi oleh orang-orang dengan PTSD dapat meregangkan bahkan hubungan yang paling kuat sekalipun. Ada beberapa langkah yang diambil dengan bantuan dokter untuk mengatasi PTSD, di antaranya yaitu:
Terapi pemrosesan kognitif (CPT): Juga dikenal sebagai restrukturisasi kognitif, individu belajar bagaimana memikirkan hal-hal dengan cara baru. Pencitraan mental dari peristiwa traumatis dapat membantu mereka mengatasi trauma, untuk mengendalikan rasa takut dan tertekan.
Terapi pemaparan : Berbicara berulang kali tentang peristiwa atau menghadapi penyebab ketakutan di lingkungan yang aman dan terkendali dapat membantu orang tersebut merasa bahwa mereka memiliki kendali lebih besar atas pikiran dan perasaan mereka. Efektivitas pengobatan ini telah dipertanyakan, bagaimanapun, dan harus dilakukan dengan hati-hati, atau mungkin ada risiko memburuknya gejala.
Kiat membantu diri sendiri
Mengatasi aktif adalah bagian penting dari pemulihan. Ini memungkinkan seseorang untuk menerima dampak dari peristiwa yang mereka alami, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki situasi mereka. Berikut ini dapat membantu mencapai ini:
Hal-hal lain yang dapat membantu meliputi:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya