Gejala PTSD adalah Perubahan Perilaku dan Emosi, Ketahui Penyebabnya
Merdeka.com - Gejala PTSD adalah ciri-ciri yang ditunjukkan oleh seseorang saat menderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kondisi ini merupakan gangguan stres pasca trauma di mana seseorang mengalami gangguan kesehatan jiwa yang dipicu oleh peristiwa traumatis.
Sebagian besar orang sebenarnya disadari atau tidak pasti pernah menghadapi kejadian traumatis dalam hidup. Hanya saja, tidak semua orang bisa melakukan perawatan diri dengan baik untuk mengatasinya.
Orang yang kesulitan mengatasi kejadian traumatisnya bisa jadi mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang mengganggu kesehatan mental-nya.
Untuk itu, penting bagi setiap orang memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasi PTSD agar bisa dideteksi sejak awal. Lalu, apa saja gejalanya? Simak ulasan selengkapnya, dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber, Jumat (31/12/2021):
Gejala PTSD
Gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) muncul setelah seseorang mengalami peristiwa yang membuat mereka trauma. Waktu kemunculannya pun tak bisa diprediksi. Bisa muncul setelah beberapa hari, atau mungkin beberapa tahun kemudian setelah kejadian traumatis tersebut. Tingkat keparahan dan lamanya gejala juga berbeda-beda pada tiap penderita. Beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami PTSD di antaranya:
1. Ingatan pada peristiwa traumatis
Penderita PTSD sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, penderita merasa seakan mengulang kembali kejadian tersebut. Ingatan terhadap peristiwa traumatis tersebut juga sering kali hadir dalam mimpi buruk, yang membuat penderita tertekan secara emosional.
2. Kecenderungan untuk mengelak
Penderita PTSD juga biasanya enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa yang membuatnya trauma. Hal ini ditunjukkan dengan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut.
3. Pemikiran dan perasaan negatif
Yang ketiga, penderita PTSD cenderung menyalahkan dirinya atau orang lain. Selain itu, penderita juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa. Penderita juga lebih menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain di sekitar.Berikut beberapa ciri-ciri perubahan negatif pada cara berpikir penderita PTSD:
4. Perubahan perilaku dan emosiPenderita PTSD sering kali mudah takut atau marah meski tidak dipicu oleh ingatan pada peristiwa traumatis. Ia juga biasanya akan kesulitan tidur dan berkonsentrasi.PTSD sendiri dapat terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa. Namun, pada anak-anak terdapat gejala khusus, yaitu sering melakukan reka ulang peristiwa traumatis melalui permainan.Anak dengan PTSD juga sering mengalami mimpi buruk yang bisa terkait secara langsung maupun tidak dengan kejadian traumatis yang dialaminya.
Penyebab dan Faktor Risiko Seseorang Menderita PTSD
Peristiwa traumatis yang dapat memicu PTSD contohnya ketika seseorang pernah berada dan menyaksikan langsung beberapa situasi seperti perang, kecelakaan, bencana alam, dan juga pelecehan seksual.Seperti masalah kesehatan mental pada umumnya, kombinasi beberapa faktor yang kompleks mungkin menjadi penyebab dari PTSD, di antaranya:1. Pengalaman yang menakutkan, termasuk jumlah dan tingkat keparahan trauma yang telah dialami dalam hidup.2. Mewarisi risiko kesehatan mental dalam keluarga3. Ciri-ciri kepribadian, seperti kecenderungan temperamental4. Cara otak mengatur bahan kimia dan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres5. Semua orang dari segala usia sebenarnya dapat mengalami gangguan stres pasca trauma. Namun, beberapa faktor dapat membuat seseorang lebih mungkin mengembangkan PTSD, seperti:6. Mengalami trauma yang intens 7. Pernah mengalami trauma lain di awal kehidupan, seperti pelecehan masa kanak-kanak8. Memiliki pekerjaan yang meningkatkan risiko terkena peristiwa traumatis9. Memiliki masalah kesehatan mental lainnya10. Memiliki masalah dengan penyalahgunaan zat, seperti minum alkohol berlebihan atau penggunaan narkoba 11. Kurangnya sistem pendukung yang baik dari lingkungan sekitar
Cara Mencegah PTSD
Setiap orang yang mengalami kejadian trauma pada awalnya umum merasakan perasaan takut, cemas, marah, depresi, dan bersalah. Dan hampir setiap orang setidaknya pernah mengalami satu kejadian traumatis dalam hidup. Hanya saja, mayoritas orang tidak mengembangkan gangguan stres pasca-trauma jangka panjang. Namun, seseorang yang kesulitan untuk mengatasi kejadian trauma itu cenderung akan mengembangkannya menjadi gangguan PTSD.Untuk melakukan pencegahan kejadian pasca trauma berkembang, bisa dilakukan dengan mencari bantuan dan dukungan yang tepat waktu. Hal ini bertujuan agar reaksi stres yang muncul bisa dicegah dan tidak semakin berkembang. Hal tersebut bisa dilakukan dengan meminta pertolongan ke keluarga dan teman terdekat. Atau bisa juga langsung mencari ahli kesehatan mental untuk terapi singkat. Untuk itu, penting bagi setiap orang mengetahui kondisi kesehatan mental mereka. Jangan ragu untuk meminta bantua jika merasa tidak baik-baik saja.
Kapan Harus ke Dokter?
Bila Anda atau seseorang terdekat merasa memiliki ingatan terhadap peristiwa traumatis yang sampai mengganggu aktivitas, segera konsultasikan ke ahli. Terlebih lagi, jika ingatan traumatis tersebut berlangsung lama dan memicu Anda untuk menyakiti diri sendiri juga orang lain.Pengobatan PTSDUntuk para penderita PTSD, pengobatan umumnya dilakukan dengan melakukan terapi obat-obatan dan juga melakukan psikoterapi.1. PsikoterapiTerapi kognitif. Akan membantu penderitanya untuk mengenali cara pikir (pola kognitif) yang menyebabkan penderita kesulitan dalam proses melalui peristiwa traumatis tersebutTerapi paparan. Terapi paparan bertujuan untuk membantu penderita agar bisa menghadapi situasi dan memori yang dianggap menakutkan, sehingga ia dapat menghadapinya dengan efektifEye movement desensitization and reprocessing (EMDR). Terapi EMDR menggabungkan terapi paparan dan sebuah serial pergerakan mata terarah untuk membantu penderita memproses sebuah peristiwa traumatis dan dokter akan mengamati reaksi penderita2. Obat-obatanAntidepresan. Obat ini membantu meringankan gejala depresi, cemas, gangguan tidur dan gangguan konsentrasiAntikecemasan. Obat ini membantu meredakan gangguan cemas yang berat
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya