Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Penyakit Trypophobia, Kenali Gejala dan Cara Menyembuhkannya

Penyebab Penyakit Trypophobia, Kenali Gejala dan Cara Menyembuhkannya ilustrasi sarang lebah. organicauthority.com

Merdeka.com - Penyakit trypophobia adalah ketakutan akan lubang. Biasanya ditandai dengan keengganan terhadap kenampakan sekelompok lubang kecil. Ini adalah fobia spesifik, suatu kondisi yang ditandai dengan ketakutan yang terus-menerus dan berlebihan terhadap suatu objek atau situasi yang sebenarnya tidak menimbulkan bahaya nyata, atau mungkin sangat sedikit.

Orang yang mengidap trypophobia diduga menunjukkan rasa jijik atau takut ketika melihat gambar atau objek yang memiliki pola tidak teratur, benjolan, atau lubang yang berkelompok, seperti pada polong biji teratai.

Istilah trypophobia berasal dari kata Yunani “trypta,” yang berarti lubang, dan “phobos,” yang berarti ketakutan. Oleh karena itu, trypophobia secara harfiah diterjemahkan menjadi ketakutan akan lubang. Berikut merdeka.com rangkum penyebap penyakit trypophobia, gejala dan cara mengatasinya:

Gejala Penyakit Trypophobia

trypophobia

© Dailymail.com

Gejala penyakit trypophobia dilaporkan dipicu ketika seseorang melihat objek dengan kelompok kecil lubang atau bentuk yang menyerupai lubang. Saat melihat sekelompok lubang, penderita trypophobia bereaksi dengan jijik atau takut. Beberapa gejalanya antara lain:

  • merinding
  • merasa jijik
  • merasa tidak nyaman
  • ketidaknyamanan visual seperti kelelahan mata, distorsi, atau ilusi
  • merasakan kulit merinding
  • serangan panik
  • berkeringat
  • mual
  • tubuh bergetar
  • Pemicu

    Tidak banyak yang diketahui tentang trypophobia. Tetapi pemicu umum termasuk hal-hal seperti:

  • polong biji teratai
  • sarang madu
  • stroberi
  • karang
  • busa logam aluminium
  • buah delima
  • gelembung
  • kondensasi
  • blewah
  • sekelompok mata
  • Hewan yang bisa menjadi pemicu meliputi serangga, amfibi, mamalia, dan makhluk lain yang memiliki kulit atau bulu berbintik, juga dapat memicu gejala trypophobia.

    Penyebab Penyakit Trypophobia

    Penyebab penyakit trypophobia tidak diketahui secara pasti, karena penelitian di bidang ini terbatas. Para peneliti telah mendalilkan berbagai teori untuk menjelaskan asal-usul trypophobia, termasuk penyebab evolusi, asosiasi citra visual yang serupa dengan hewan dan penyakit berbahaya, respons alami terhadap rangsangan visual, dan hubungan dengan gangguan lain. 

    Reaksi trypophobia dapat dijelaskan sebagai reaksi refleks bawah sadar yang telah berkembang dari waktu ke waktu sebagai mekanisme bertahan hidup untuk menghindari bahaya atau penyakit. 

    Misalnya, gambar hewan berbisa, seperti ular atau serangga yang memiliki kulit berpola atau bagian tubuh yang bergerombol, dapat memicu reaksi trypophobia. Gambar kulit yang sakit, ditandai dengan lubang atau benjolan yang berkelompok, juga dapat menyebabkan ketakutan trypophobia.

    Para peneliti telah berhipotesis bahwa perasaan jijik atau takut terhadap rangsangan semacam itu mungkin merupakan respons evolusioner adaptif yang dimaksudkan untuk memperingatkan manusia terhadap organisme berbahaya dan penyakit menular. 

    Di sisi lain, penelitian sebaliknya menunjukkan bahwa reaksi trypophobia mungkin hanya merupakan respons alami manusia terhadap jenis rangsangan visual tertentu, yang bertentangan dengan fobia yang sebenarnya.  

    Terakhir, beberapa penelitian melaporkan bahwa orang yang mengidap trypophobia memenuhi kriteria American Psychiatric Association's Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition, (DSM-5) kriteria untuk kecemasan umumgangguan depresi mayor, dan gangguan obsesif-kompulsif. Namun, tidak jelas apakah salah satu dari kondisi lain ini menyebabkan trypophobia.

    Cara Mengatasi Trypophobia

    Ada berbagai cara untuk mengobati fobia. Bentuk pengobatan yang paling efektif adalah terapi pemaparan. Terapi pemaparan adalah jenis psikoterapi yang berfokus pada perubahan respons terhadap objek atau situasi yang menyebabkan ketakutan.

    Perawatan umum lainnya untuk fobia adalah terapi perilaku kognitif (CBT). CBT menggabungkan terapi pemaparan dengan teknik lain untuk membantu mengelola kecemasan dan menjaga pikiran Anda agar tidak berlebihan, semua hal itu dapat didiskusikan pada tim profesional.

    Pilihan perawatan lain yang dapat membantu mengelola fobia meliputi:

  • terapi bicara umum dengan konselor atau psikiater
  • obat-obatan seperti beta-blocker dan obat penenang untuk membantu mengurangi kecemasan dan gejala panik
  • teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam dan yoga
  • aktivitas fisik dan olahraga untuk mengelola kecemasan
  • pernapasan penuh perhatian, pengamatan, mendengarkan, dan strategi penuh perhatian lainnya untuk membantu mengatasi stres
  • Selain itu, hal di bawah ini mungkin juga berguna untuk mengurangi reaksi akan fobia:

  • istirahat yang cukup
  • makan makanan yang sehat dan seimbang
  • hindari kafein dan zat lain yang dapat memperburuk kecemasan
  • menjangkau teman, keluarga, atau kelompok pendukung untuk terhubung dengan orang lain yang mengelola masalah yang sama
  • menghadapi situasi yang menakutkan sesering mungkin
  • (mdk/amd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP