Penyebab Herpes pada Bayi yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejalanya

Kamis, 24 November 2022 17:00 Reporter : Ani Mardatila
Penyebab Herpes pada Bayi yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejalanya Herpes. ©Thinkstock photos/ Getty Images

Merdeka.com - Penyebab herpes pada bayi perlu dikenali sejak dini. Infeksi virus herpes simpleks sangat umum terjadi pada orang dewasa. Virus ini dapat ditularkan secara seksual dan menyebabkan infeksi pada saluran kelamin. Virus tidak pernah hilang sama sekali dan tetap dorman (tidak aktif) di berbagai jaringan seumur hidup. Terkadang virus aktif kembali.

Herpes dampaknya bisa sangat serius untuk bayi yang baru lahir, sebab sistem kekebalannya belum berkembang sepenuhnya untuk melawan virus. Herpes simpleks neonatal adalah infeksi serius yang, jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kesehatan bayi.

Oleh karena itu, penyebab herpes pada bayi perlu diketahui. Jika Anda tahu bahwa bayi Anda telah terinfeksi virus, beri tahu dokter sesegera mungkin.

Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya gejala dan penyebab herpes pada bayi yang penting diketahui orang tua:

2 dari 3 halaman

Penyebab Herpes pada Bayi

Biasanya, virus herpes simpleks (HSV) ditularkan selama persalinan melalui saluran kelamin ibu yang terinfeksi. Bahkan ibu yang terinfeksi yang tidak memiliki gejala herpes masih dapat menularkan infeksi. 

Terkadang bayi baru lahir terinfeksi setelah lahir ketika infeksi disebarkan oleh seseorang dengan infeksi aktif. Pada bayi baru lahir, infeksi HSV dapat menyebabkan kematian atau masalah kronis.

Jika Anda menderita herpes genital  untuk pertama kalinya dalam 6 minggu terakhir kehamilan Anda, bayi Anda yang baru lahir berisiko terkena herpes.

Ada risiko Anda akan menularkan infeksi ke bayi Anda jika Anda melahirkan secara normal.

Penyebab herpes pada bayi juga bisa karena penularan melalui luka ketika seseorang yang menderita luka herpes dan mencium bayi.

Virus herpes juga dapat menyebar ke bayi jika Anda memiliki lepuh yang disebabkan oleh herpes di payudara dan Anda menyusui bayi.

Bayi paling berisiko terkena infeksi herpes dalam 4 minggu pertama setelah lahir.

Seseorang yang terkena herpes tidak boleh mencium bayi jika menderita sakit flu untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi. Luka dingin dan lepuh lain yang disebabkan oleh virus herpes paling menular saat pecah. 

Gejala Herpes pada Bayi

Gejala infeksi virus herpes simpleks biasanya mulai antara minggu pertama dan ketiga kehidupan tetapi jarang muncul sampai minggu keempat. Gejala pertama biasanya berupa ruam lepuh kecil berisi cairan. Lepuh juga bisa muncul di dalam mulut dan di sekitar mata.

Pada beberapa bayi baru lahir, infeksi hanya menyerang area tertentu (terlokalisasi). 

Misalnya, infeksi mungkin hanya melibatkan mata, kulit, atau mulut. Terkadang, hanya otak dan sistem saraf yang terpengaruh. Jika infeksi lokal tidak diobati, beberapa bayi baru lahir mengembangkan penyakit yang meluas.

Pada bayi baru lahir lainnya, infeksi tersebar luas dan mempengaruhi banyak daerah. Pada bayi ini, organ seperti mata, paru-paru, hati, otak, dan kulit semuanya bisa terpengaruh. 

Gejalanya meliputi kelesuan, tonus otot berkurang, masalah pernapasan, jeda pernapasan (apnea), dan kejang.

3 dari 3 halaman

Perawatan Bayi yang Terkena Herpes

Bayi biasanya akan diberikan obat antivirus oleh dokter jika terkena herpes neonatal. Ini diberikan melalui infus ke pembuluh darah mereka.

Sebagian besar bayi terus menyusu saat dirawat. Bicaralah dengan dokter jika Anda memiliki lepuh di payudara atau di sekitar puting.

Untuk beberapa bayi dengan herpes neonatal, virus hanya menyerang kulit, mata, atau mulut mereka. Dalam situasi ini, kebanyakan bayi sembuh total setelah pengobatan dengan obat antivirus.

Jika virus menyebar ke organ bayi, infeksinya sangat berbahaya. Sekitar 1 dari 3 bayi meninggal jika hal ini terjadi. Ikuti saran untuk mencegah herpes neonatal.

Mencegah Herpes Neonatus

Jika Anda sedang hamil dan pernah menderita herpes genital di masa lalu, beri tahu dokter umum, dokter kandungan, atau bidan.

Mereka mungkin meresepkan obat antivirus untuk diminum pada bulan terakhir kehamilan untuk mencegah berjangkitnya luka vagina selama persalinan.

Jika Anda terkena herpes genital selama 6 minggu terakhir kehamilan, Anda mungkin akan melahirkan secara caesar. Jika Anda mengalami sakit dingin atau mengira Anda menderita infeksi herpes:

  • jangan cium bayi
  • cuci tangan Anda sebelum kontak dengan bayi Anda
  • tutupi setiap luka dingin sebelum menyusui untuk menghindari menyentuh mulut dan kemudian payudara Anda

Pastikan pengunjung mengambil tindakan pencegahan yang sama.

[amd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini