Provinsi Aceh terkenal dengan nuansa Islamnya yang begitu kental. Di wilayah ini terdapat beragam bangunan masjid yang unik dan memiliki ciri khas masing-masing.
Salah satu masjid megah di Aceh selain Masjid Baiturrahman yaitu Masjid Agung Baitul Makmur yang terletak di Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan.
Masjid ini menjadi salah satu bangunan megah yang berada di Kabupaten Aceh Barat. (Foto: Wikipedia)
Secara kasat mata, bangunan ini mengombinasikan cat berwarna cokelat cerah dan juga warna merah bata yang berada di bagian kubah masjid.
Masjid Baitul Makmur ini masuk dalam sebuah buku bertajuk "100 Masjid Terindah di Indonesia" karya Teddy Tjokrosaputro dan Aryananda pada tahun 2011 silam.
Advertisement
Masjid Termegah
Dikutip dari duniamasjid.islamic-center.or.id, bangunan seluas 60.000 meter persegi ini menjadi bangunan terbesar dan termegah di wilayah Pantai Barat Provinsi Aceh. Masjid ini dapat menampung kurang lebih 7.000 jemaah.
Selain megah, letak bangunan masjid ini juga cukup strategis karena berada di persimpangan yang membelah beberapa kabupaten. Bagian Timur masjid terletak di persimpangan Kabupaten Ragan Raya dan Aceh Barat Daya.
Kemudian, di sebelah Barat terdapat persimpangan Aceh Jaya menuju Banda Aceh.
Sementara itu bagian Selatan diapit oleh Lautan Samudera Hindia dan pelabuhan Meulaboh menuju Kabupaten Simeulue. (Foto: duniamasjid.islamic-center.or.id)
Advertisement
Advertisement
Terdapat Tiga Kubah Besar
Dikutip dari berbagai sumber, ciri khas dari Masjid Baitul Makmur ini terletak pada kubahnya. Terdapat tiga buah kubah besar yang diapit oleh dua kubah menara air yang berukuran lebih kecil.
Bentuk dari kepala kubah masjid yang diresmikan tahun 1999 ini memiliki bentuk yang sama persis, sehingga menimbulkan kesan gaya arsitektur Timur Tengah yang begitu kental.
Begitu juga di bagian pintu gerbang masjid, tempatnya yang terpisah dari serambi masjid. Penempatan gerbang ini seakan-akan menyambut kedatangan para jemaah dan pengunjung dalam melihat bangunan megah yang membuat decak kagum.
Dengan letak pintu yang berjauhan ini, tentu saja menambah kesan estetika maupun keindahan dari tata letak setiap bagian bangunan masjid.
Advertisement
Nuansa Timur Tengah
Bergeser sedikit ke bagian dalam masjid, pengunjung maupun jemaah akan melihat langsung ruangan yang memiliki banyak tiang penyangga lantai dua sebagai Mezzanine.
Sementara itu, di bagian tengah ruangan terdapat ruang yang lapang lalu ditambah dengan ornamen lampu hias yang digantung di tengah-tengah ruangan. Nuansa Timur Tengah begitu terasa ketika sudah memasuki setiap ruangan masjid.
Gaya arsitektur Timur Tengah lainnya adalah bentuk Mihrab. Terkesan indah yang didominasi warna cokelat dan nuansa keemasan seperti material perunggu dibalut dengan ornamen Islam. Mihrab ini tampak begitu mewah dan mahal.
Advertisement