Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketahui Perbedaan Cinta dan Obsesi Beserta Ciri-cirinya

Ketahui Perbedaan Cinta dan Obsesi Beserta Ciri-cirinya Ilustrasi cemburu. ©2013 Merdeka.com/Yoga Tri Priyanto

Merdeka.com - Kita semua membutuhkan orang yang penuh kasih, perhatian, dan berkomitmen dalam hidup kita. Tapi tahukah Anda ada garis tipis antara cinta dan obsesi?

Jika Anda sedang jatuh cinta, pasangan Anda akan selalu ingin Anda bahagia dan memberikan yang terbaik, sedangkan jika ada obsesi, Anda mungkin merasa tidak aman, dan pasangan Anda tidak bisa berpikir dengan penuh kasih sayang.

Sesuai penelitian, cinta obsesif adalah masalah mental yang membutuhkan diagnosis dan perawatan. Anda mungkin merasa tertekan dan terjebak dalam hubungan ketika pasangan Anda hanya terobsesi dan ingin mengendalikan Anda di setiap langkah. Berikut merdeka.com mengeksplorasi perbedaan cinta dan obsesi:

Perbedaan Cinta dan Obsesi

Cinta adalah emosi sehat yang memungkinkan dua orang yang terlibat dalam hubungan tumbuh dalam kehidupan dan menghargai perbedaan satu sama lain. 

Sebaliknya, obsesi adalah sentimen yang tidak sehat di mana pasangan obsesif tidak membiarkan orang lain tumbuh dan mengejar minatnya. Mereka selalu merasa tidak aman tentang pasangannya dan mengalami kecemburuan serta paranoia.

Orang yang obsesif cenderung menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan pasangannya dan berusaha menyenangkannya. Mereka menunjukkan sikap posesif yang ekstrem dan sering mengobjektifikasi pasangan mereka. Pasangan obsesif mengendalikan dan menuntut juga bahkan bisa menjadi kasar dari waktu ke waktu.

Cinta bisa berubah menjadi obsesi karena keterikatan yang berlebihan, harga diri yang rendah, dan kondisi kesehatan mental. Jadi, jika Anda merasa pasangan Anda obsesif atau condong ke perilaku obsesif, inilah saatnya untuk mengambil tindakan yang tepat. Itulah perbedaan cinta dan obsesi.

Ciri Gangguan Cinta Obsesif

1. Mereka Terus Membuat Anda Merasa Istimewa

Jika Anda sedang jatuh cinta, Anda akan menginvestasikan waktu dan upaya untuk membuat pasangan merasa istimewa. Namun, ketika itu berubah menjadi obsesi, pasangan akan terus-menerus memanjakan pasangannya agar tetap terpikat dalam hubungan. Mereka mungkin mengejutkan Anda dengan hadiah sesekali, menulis puisi untuk Anda, dan melakukan hal-hal lain untuk merayu Anda.

2. Mereka Menunjukkan Sikap Posesif yang Ekstrim

Perbedaan antara cinta dan obsesi dapat diukur dari sejauh mana sifat posesif pasangan Anda. Dalam cinta, sedikit posesif adalah hal yang wajar. Tapi cinta obsesif tidak bekerja seperti itu. Pasangan yang obsesif akan menunjukkan sikap posesif yang berlebihan dan terus-menerus merasa takut kehilangan Anda karena orang lain. Sikap posesif mereka dapat tumbuh ke tingkat di mana Anda mungkin merasa tercekik dalam hubungan Anda.

3. Mereka Akan Sangat Menempel

Rasanya luar biasa ketika pasangan Anda mencoba mengetahui keberadaan Anda saat Anda tidak bersamanya. Tetapi bagaimana jika mereka membuat Anda kesal dengan mengirimkan rentetan pesan setiap saat? 

Kerinduan mereka yang terus-menerus untuk berada di dekat Anda adalah tanda obsesi yang tidak sehat dan bukan cinta.

4. Mereka Sangat Mengontrol

Pasangan yang obsesif mungkin menunjukkan sifat yang mengendalikan. Mereka akan bertindak sebagai satu-satunya pengambil keputusan dalam hubungan tersebut. Pecinta obsesif juga sangat menuntut dan ingin Anda memenuhi setiap kebutuhan kecil mereka.

5. Mereka Akan Melacak Perilaku Online Dan Offline Anda

Seharusnya tidak mengherankan jika pasangan obsesif Anda sering mengunjungi Anda secara mendadak di kantor atau saat Anda bersama teman-teman Anda. Mereka mungkin menguntit Anda di media sosial dan menjadi marah ketika Anda berbicara dengan orang lain atau menyukai foto atau postingan mereka. Dengan kata lain, pecinta obsesif terus-menerus memantau tindakan pasangannya.

6. Mereka Mengabaikan Orang Lain Karena Anda

Tidak peduli seberapa sibuknya seseorang dalam hidup, mereka akan selalu meluangkan waktu dari jadwal mereka untuk berbicara atau bertemu orang yang mereka cintai. Namun, ini adalah permainan bola yang berbeda sama sekali dengan pasangan yang obsesif.

Pecinta obsesif akan mengabaikan keluarga dan teman-temannya demi Anda. Mereka akan kesulitan mempertahankan hubungan lain karena obsesi mereka. Bahkan jika mereka bersama keluarga atau teman mereka, mereka akan terus mengawasi Anda. Mereka bahkan mungkin keberatan ketika Anda memilih untuk bersama orang yang Anda cintai daripada mereka.

7. Mereka Akan Terburu-buru Dalam Suatu Hubungan

Ketika dua orang saling mencintai, mereka ingin memberi waktu pada hubungan mereka dan membiarkannya mengalir dengan kecepatannya daripada memaksakan sesuatu. Di sisi lain, kekasih yang obsesif akan selalu terburu-buru untuk meresmikan hubungan meskipun Anda belum sampai di sana karena takut kehilangan Anda.

8. Mereka Tidak Akan Memberikan Opini Asli

Berbagi pendapat dengan mengutarakan pikiran adalah bagian dari cinta yang sehat. Ketika cinta berubah menjadi obsesi, mereka menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya dan hanya mengatakan hal-hal yang membuat pasangannya bahagia. Sugarcoating menjadi alami bagi mereka. Akibatnya, mereka menjadi tidak nyata daripada jujur.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP