Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Sosok Djamaluddin Adinegoro, Jurnalis dan Sastrawan Kawakan Indonesia Asal Sumatra Barat

Mengenal Sosok Djamaluddin Adinegoro, Jurnalis dan Sastrawan Kawakan Indonesia Asal Sumatra Barat<br>

Mengenal Sosok Djamaluddin Adinegoro, Jurnalis dan Sastrawan Kawakan Indonesia Asal Sumatra Barat

Namanya semakin terkenal ketika ia membuat novel berjudul Asmara Jaya dan Darah Muda.

Djamaluddin Adinegoro adalah seorang sastrawan dan wartawan di era perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan adik dari Mohammad Yamin, satu bapak tetapi lain ibu.

Selama hidupnya, Djamaluddin memperdalam ilmu pengetahuan di bidang jurnalistik, geografi, kartografi, hingga geopolitik di Jerman dan Belanda.

Ia lebih dulu mengenyam karier sebagai wartawan. Namanya semakin terdengar berkat tekadnya yang begitu besar dalam menulis. 

Berikut sosok Djamaluddin Adinegoro yang dirangkum merdeka.com dari beberapa sumber.

Gunakan Nama Samaran

Djamaluddin Adinegoro lahir di Talawi, sebuah kecamatan di Sawahlunto, Sumatra Barat pada 14 Agustus 1904.

Ia mengenyam pendidikan di STOVIA di mana saat itu ia sudah hobi menulis. Sayangnya, selama pendidikan ia tidak diperbolehkan untuk menulis.

Untuk menyiasatinya, ia menggunakan nama samaran 'Adinegoro' hingga menjadi identitasnya yang baru. Dengan nama itu, dirinya berhasil menyalurkan bakatnya dalam menulis lalu dipublikasikan tanpa diketahui oleh siapapun.

Maka dari itu, nama Adinegoro dikenal sebagai seorang sastrawan dibandingkan nama aslinya yaitu Djamaluddin.

Karier Wartawan

Djamaluddin memulai kariernya sebagai seorang wartawan di majalah Caya Hindia. Rutinitasnya setiap minggu adalah menulis artikel tentang masalah luar negeri yang akan dimuat di majalah tersebut.

Saat mengenyam pendidikan di luar negeri, ia sempat menjadi wartawan bebas untuk surat kabar Pewarta Deli (Medan), Bintang Timur, dan Panji Pustaka yang bermarkas di Batavia.

Ketika kembali ke tanah air, ia memimpin majalah Panji Pustaka pada tahun 1931 namun hanya bertahan sebentar saja. Kemudian, pindah ke Pewarta Deli Medan. Ia juga pernah memimpin surat kabar Sumatra Shimbun selama dua tahun.

Pada 1948, pria dengan gelar Datuak Maradjo Sutan bersama Dr. Supomo memimpin majalah Mimbar Indonesia. Lalu, memimpin Yayasan Pers Biro Indonesia tahun 1951, dan berkarier di kantor berita nasional hingga masa tua.

Dedikasinya terhadap jurnalistik semakin besar ketika ia ikut mendirikan Perguruan Tinggi Jurnalistik di Jakarta serta Fakultas Publisistik dan Jurnalistik di Universitas Padjadjaran.

Lahirkan Novel

Setelah malang melintang di dunia jurnalistik, Djamaluddin akhirnya melahirkan karya tulisnya ke dalam sebuah novel berjudul Adinegoro yang sangat populer di masanya.

Namanya semakin terkenal ketika ia membuat novel berjudul Asmara Jaya dan Darah Muda. Ia mengarang soal menentang adat kuno yang berlaku dalam perkawinan. Bahkan, secara gamblang dan berani untuk mendukung kaum pria agar menentang adat kuno.

Karya lainnya yang tak kalah populer yaitu Melawat ke Barat. Proses penulisannya ini berlangsung ketika dirinya sedang melakukan perjalanan ke Eropa.

Pada 1974 Adinegoro dianugerahi gelar Perintis Press Indonesia.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) lantas menyediakan tanda penghargaan tertinggi bagi karya jurnalistik terbaik setiap tahunnya, yaitu Hadiah Adinegoro.

Mengenal Lebih Dekat Sosok Sitor Situmorang, Penulis dan Wartawan Indonesia Asal Samosir
Mengenal Lebih Dekat Sosok Sitor Situmorang, Penulis dan Wartawan Indonesia Asal Samosir

Pria berdarah Batak ini sudah malang melintang di dunia sastra maupun jurnalistik yang menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Baca Selengkapnya
Sosok Albert Manumpak Sipahutar, Jurnalis di Balik Berdirinya Kantor Berita Antara
Sosok Albert Manumpak Sipahutar, Jurnalis di Balik Berdirinya Kantor Berita Antara

Lahir di Tarutung, Tapanuli, Sumatra Utara pada 26 Agustus 1914, Albert sudah menekuni dunia jurnalistik sejak usianya menginjak remaja.

Baca Selengkapnya
Sosok 2 Jenderal TNI Beda Bintang Dulu Atasan & Bawahan, Kemudian Hari si Anak Buah Melejit Sama-sama Bintang 5
Sosok 2 Jenderal TNI Beda Bintang Dulu Atasan & Bawahan, Kemudian Hari si Anak Buah Melejit Sama-sama Bintang 5

Dua sosok Jenderal TNI bintang lima ini ternyata pernah jadi atasan dan bawahan. Simak karier keduanya hingga mampu meraih penghargaan tertinggi militer.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Melihat Sisi Lain Almarhum Ki Joko Bodo dari Sang Putri, Jadi Sosok yang Hangat di Rumah
Melihat Sisi Lain Almarhum Ki Joko Bodo dari Sang Putri, Jadi Sosok yang Hangat di Rumah

Putri Ki Joko Bodo bercerita tentang sisi lain mendiang ayahnya. Ia mengenalnya sebagai sosok yang hangat dan humoris di rumah.

Baca Selengkapnya
Sosok Harun Al-Rasjid Zain, Tokoh Kebanggaan Sumatra Barat yang Jadi Menakertrans di Era Orde Baru
Sosok Harun Al-Rasjid Zain, Tokoh Kebanggaan Sumatra Barat yang Jadi Menakertrans di Era Orde Baru

Tokoh politik sekaligus pejuang Indonesia asal Sumatra Barat ini pernah menjadi gubernur serta menduduki jabatan penting dalam pemerintahan.

Baca Selengkapnya
Tokoh Laskar Pelangi dan Unsur Intrinsik dalam Ceritanya, Berikut Penjelasannya
Tokoh Laskar Pelangi dan Unsur Intrinsik dalam Ceritanya, Berikut Penjelasannya

Novel Laskar Pelangi menjadi bahan ajar ilmu sastra Indonesia akibat kekayaan dalam cerita dan penokohannya.

Baca Selengkapnya
Profil  Soerjadi Soerjadarma,  KASAU Pertama yang Jadi Pelopor Berdirinya Penerbangan Komersil di Indonesia
Profil Soerjadi Soerjadarma, KASAU Pertama yang Jadi Pelopor Berdirinya Penerbangan Komersil di Indonesia

Pria ini menjadi pelopor adanya industri penerbangan komersil sekaligus menjabat KASAU pertama.

Baca Selengkapnya
Mengenal Sosok DeLiang Al-Farabi, Bocah Ajaib Asal Trenggalek yang Terbitkan 40 Buku di Usia 11 Tahun
Mengenal Sosok DeLiang Al-Farabi, Bocah Ajaib Asal Trenggalek yang Terbitkan 40 Buku di Usia 11 Tahun

Anak dari pasangan bergelar PhD ini juga fasih berbahasa Inggris dan sering mengisi seminar internasional

Baca Selengkapnya
Sisi Menarik Jaka Sembung, Tokoh Fiksi Indramayu yang Benci Penjajahan dan Berhasil Kalahkan Ilmu Rawa Rontek
Sisi Menarik Jaka Sembung, Tokoh Fiksi Indramayu yang Benci Penjajahan dan Berhasil Kalahkan Ilmu Rawa Rontek

Jaka Sembung jadi tokoh fiksi yang berasal dari Indramayu Jawa Barat. Intip fakta menariknya.

Baca Selengkapnya