Jarang Main, Nama-nama Ini Ikut Meriah Angkat Trofi Piala Dunia
Merdeka.com - Bermain di Piala Dunia 2022 tentu menjadi harapan setiap pemain. Meski belum pasti tampil, namun namanya tercantum di dalam skuad yang dibawa pelatih mesti jadi kebanggaan sendiri. Apalagi jika timnya menjadi juara dan ikut angkat trofi.
Nah, nama-nama ini merupakan sejumlah pemain yang bisa dikatakan beruntung. Meski jarang tampil dalam pertandingan. Tetapi, mereka pernah merasakan mengangkat trofi piala dunia, suatu prestasi yang belum tentu dirasakan setiap pemain sepak bola.
Siapa saja mereka? Berikut nama-namanya:
Miguel Oviedo
Waktu yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Pelatih Argentina di Piala Dunia 1978, Cesar Luis Menotti, memainkan Miguel Oviedo pada menit ke-85.
Saat itu, Argentina bentrok kontra Peru di putaran kedua Grup B. Laga itu berakhir dengan kemenangan telak 6-0.
Pada fase sebelumnya dan saat Argentina mengalahkan Belanda 3-1 di final, Oviedo sekadar penghias bangku cadangan. Jadi, duel melawan Peru merupakan kesempatan pertama dan terakhirnya. Itupun cuma bermain selama lima menit.
Roque Junior
Kendati tak semoncer Roberto Carlos, Cafu, Ronaldinho, Ronaldo, dan Rivaldo, Junior juga punya kontribusi cukup besar di balik keperkasaan Brasil di Piala Dunia 2002. Namun, kenapa namanya tenggelam dan hilang dari ingatan?
Usai memenangkan Piala Dunia 2002, bek Milan itu kemudian dipinjamkan ke Leeds United (2003-2004). Liga Inggris ternyata sangat keras bagi Junior. Dia dibekap cedera.
Setelah pulih, dia mencoba peruntungan ke Jerman, bergabung dengan Bayer Leverkusen (2004-2007). Di klub barunya tersebut, Junior tak berkembang. Dia lalu mengembara dari ke klub lain dan terakhir memperkuat klub antah berantah Ituano pada 2010.
Jenilson Angelo de Souza
Nama panjangnya adalah Jenilson Angelo de Souza. Tapi dia biasa disapa Junior.
Ketika Piala Dunia 2002 digelar, Junior bermain bersama klub Italia Parma. Di edisi ini, Brasil kembali menjadi yang terbaik.
Di panggung final, Tim Samba mengalahkan Jerman 2-0. Semua bergembira, termasuk Junior. Meski hanya tampil sekali sepanjang turnamen, Junior tetap bangga.
Claudio Borghi
Sepintas, postur Borghi mirip Diego Maradona. Tapi nasib keduanya bak langit dan bumi. Keduanya memang masuk daftar skuad Argentina di Piala Dunia 1986.
Hanya saja, Borghi cuma sebatas penghangat bangku cadangan. Sementara itu, Maradona, selain didapuk sebagai kapten juga menjadi motor serangan.
Toh begitu, Borghi ikut angkat trofi dan foto bareng usai. Di final Tim Tango mengalahkan Jerman Barat.
Disadur dari Bola.com
Penulis: Choki Sihotang/Editor Nurfahmi Budi
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya