Tingkat Testosteron Miliki Risiko Kesehatan Berbeda pada Pria dan Wanita

Kamis, 5 Maret 2020 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Tingkat Testosteron Miliki Risiko Kesehatan Berbeda pada Pria dan Wanita Ilustrasi hormon pada pria. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Testosteron merupakan salah satu hormon yang berhubungan dengan gairah seksual. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa hal ini ternyata berhubungan juga dengan risiko kesehatan yang dimiliki seseorang.

Dilansir dari Japan Today, memiliki testosteron yang tinggi secara genetis bisa meningkatkan risiko diabetes dan sejumlah jenis kanker pada wanita. Sebaliknya, pada pria hal ini menurunkan risiko diabetes namun meningkatkan risiko kanker jenis tertentu.

Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara testosteron dengan penyakit baik pada pria dan wanita. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak dari suplemen testosteron dan terapi penurunan hormon.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine ini menggunakan data genetik dari sekitar 425.000 orang. Diketahui terdapat 2.571 variasi genetik yang berupa perbedaan testosteron.

1 dari 2 halaman

Menggunakan analisis statistik dan pengecekan silang, diketahui bahwa wanita yang memiliki testosteron lebih tinggi secara genetik mengalami peningkatan risiko diabetes tipe-2 hingga 37 persen. Testosteron tinggi juga meningkatkan risiko kanker payudara dan endometrial. Hal ini juga meningkatkan risiko PCOS yang berdampak menstruasi hingga 51 persen.

Sebaliknya, pada pria diketahui bahwa tingginya testosteron menurunkan risiko diabetes tipe-2 hingga 14 persen. Namun di sisi lain hal ini meningkatkan risiko berkembangnya kanker prostat.

2 dari 2 halaman

Hasil penelitian ini memberikan temuan menarik mengenai dampak dari testosteron terhadap penyakit.

"Menekankan pentingnya memisahkan pria dan wanita pada penelitian ini, karena kita melihat dampak terbalik dari testosteron terhadap diabetes," terang Katherine Ruth, spesialis genetik dari Britain's Exeter University.

John Perry dari Cambridge University yang terlibat dalam penelitian ini mengungkap temuan ini memahami risiko potensial dan manfaat dari terapi hormon.

"Pada pria, terapi penurunan testosteron digunakan secara luas untuk mengatasi kanker prostat, namun hingga saat ini masih belum jelas apakah menurunkan tingkat testosteron juga bisa melindungi dari berkembangnya kanker prostat," jelas Perry. [RWP]

Baca juga:
Cara Benar Mencuci Tangan untuk Cegah Serangan Virus Corona
Deretan Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami oleh Pria pada Usia 50-an
Konsumsi Susu Sapi Bisa Jadi Penyebab Meningkatnya Risiko Kanker Payudara
Bayi yang Lahir di Rumah Bilingual Bisa Alihkan Perhatian Lebih Cepat
Kenali Sejumlah Kondisi Tak Normal pada Sperma yang Menyebabkan Sulit Memiliki Anak

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Fakta Kesehatan
  3. Kanker
  4. Diabetes
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini