Suhu Udara Panas, Virus Corona Bakal Kesulitan Berkembang Biak di Indonesia

Selasa, 11 Februari 2020 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Suhu Udara Panas, Virus Corona Bakal Kesulitan Berkembang Biak di Indonesia ilustrasi virus. ©2015 Merdeka.com/ health.howstuffworks.com

Merdeka.com - Belum merebaknya wabah infeksi novel coronavirus (2019-nCoV) atau lebih dikenal dengan virus corona disebut terjadi karena kondisi geografis Indonesia. Hal ini disebut terjadi karena virus tersebut bakal mati pada suhu tertentu.

Ketua Umum Pokja Infeksi Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, virus corona tidak menular hanya lewat udara.

"Saya sudah sampaikan, virus ini menjadi tidak aktif kalau ada sinar ultraviolet dari matahari," kata Erlina di Cikini, Jakarta.

Dalam sebuah temu media pada Kamis pekan lalu, Erlina mengemukakan bahwa kemungkinan, ada pengaruh suhu di Indonesia terhadap berkembang biaknya virus corona.

"Virus ini berkembang biak pada suhu yang dingin dengan kelembapan yang rendah. Kalau Indonesia dingin atau enggak? Indonesia enggak ya. Kelembapannya rendah atau tinggi, tinggi ya, 80 persen lah. Ini bukan tempat yang baik untuk virus berkembang biak," kata Erlina.

1 dari 1 halaman

Bukan Berarti Bebas dari Risiko

Walaupun begitu, bukan berarti Indonesia benar-benar bebas dari ancaman virus. Mereka tetap bisa hidup di Indonesia.

Ketua Umum PP PDPI Agus Dwi Susanto mengatakan, novel coronavirus merupakan salah satu jenis virus corona yang juga menjadi penyebab SARS.

"Kalau dari data SARS, virus corona SARS itu bisa bertahan sekitar dua hari. Tapi kalau di pemanasan, biasanya cepat mati," kata Agus dalam kesempatan yang sama.

Sehingga, Erlina mengatakan bahwa risiko tetap ada dan masyarakat tetap harus melakukan pencegahan penyakit. Beberapa cara mencegah penyakit yang disarankan adalah rutin mencuci tangan dan menggunakan masker.

Selain itu, penting juga memperkuat imunitas tubuh. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M. Faqih meminta masyarakat untuk mengonsumsi buah dan sayur minimal tiga kali sehari dan makan makanan bergizi.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Tangkal Dampak Virus Corona, Wapres Ma'ruf Minta PHRI Lakukan Inovasi
Dua Warga Inggris dan Spanyol Terjangkit Virus Corona di Prancis
Korban Meninggal Akibat Virus Corona di China Menjadi 908 Jiwa
Ini Perbedaan Gejala antara Infeksi Virus Corona dengan Flu atau Selesma
Pakar Sebut Virus Influenza Lebih Mematikan Dari Virus Corona, Infeksi 19 Juta Orang

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini