Penggunaan Pil Pengembali Keperawanan Serta Risiko Kanker di Baliknya

Jumat, 25 Oktober 2019 11:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Penggunaan Pil Pengembali Keperawanan Serta Risiko Kanker di Baliknya Ilustrasi Keperawanan. ©sleepsugar.com

Merdeka.com - Beberapa saat yang lalu, terdapat kehebohan mengenai penangkapan muncikari di Bogor yang mengaku menawarkan jasa gadis perawan. Faktanya, gadis perawan yang ditawarkan ternyata menggunakan sebuah obat untuk 'mengembalikan' keperawanan.

Obat tersebut disebut dimasukkan ke dalam area kewanitaan wanita tersebut. Efek yang muncul adalah ketika dilakukan penetrasi ke bagian kewanitaan wanita tersebut, maka akan keluar darah seakan-akan mereka masih perawan.

Dari penipuan yang dilakukan oleh muncikari berinisial Y dan GG tersebut, mereka mampu mengeruk pendapatan yang fantastis. Diketahui bahwa mereka mampu meraup Rp20 juta dari tiap perempuan yang dijajakan ke pria hidung belang.

Peredaran obat untuk mengembalikan keperawanan ini memang cukup marak di Indonesia. Pada beberapa marketplace, terdapat beragam jenis obat yang disebut mampu mengembalikan keperawanan ini.

Beberapa obat menggunakan cara yang lebih masuk akal dan tidak menipu karena hanya mengembalikan kerapatan vagina yang disebut terjadi ketika saat perawan. Namun beberapa jenis yang lain bisa cukup menipu seperti obat yang dipasang di selaput dara atau hymen dan mampu mengeluarkan 'darah' sehingga terkesan kembali perawan.

1 dari 3 halaman

Pil Keperawanan

Hanya saja pada beberapa marketplace di dalam negeri tersebut, pil darah yang seperti digunakan oleh Y dan GG untuk menipu tak banyak ditemukan. Pil semacam itu baru bisa ditemukan pada market place luar negeri atau ketika mencarinya pada beberapa situs luar negeri.

Pada salah satu situs yang bertuliskan Made in China, terdapat penjelasan bahwa mereka menjual secara khusus artificial hymen pills atau pil hymen buatan. Pada situs tersebut, tanpa malu-malu mereka mengaku menjual pil yang didesain untuk memalsukan keperawanan.

Cara penggunaan pil tersebut juga disebut cukup mudah karena bisa larut dengan mudah terkena panas tubuh serta kelembapan vagina. Hal ini selanjutnya membuat munculnya selaput dara palsu yaitu membran buatan yang terkesan seperti selaput dara sesungguhnya.

Selaput dara palsu ini didesain untuk mensimulasi munculnya bercak darah seperti ketika kamu kehilangan keperawanan. Membran palsun ini bakal mengeluarkan darah ketika terjadi penetrasi sehingga tampak seperti darah sungguhan yang keluar.

Pil ini disarankan untuk digunakan antara 45 hingga 60 menit sebelum bercinta. Harga yang dipatok juga cukup luar biasa yaitu US$59,95 untuk masing-masing pil.

Menurut klaimnya, pil ini tidak beracun dan menimbulkan efek samping dalam penggunaanya. Selain itu pil ini terbuat dari bahan alami seperti propolis, minyak kunyit, kunyit, serta lidah buaya.

2 dari 3 halaman

Risiko Kanker di Balik Obat Pengembali Keperawanan

Penjelasan mengenai amannya penggunaan obat tersebut tentu berkebalikan dari klaim pakar onkologi asal Zimbabwe, Anna Nyakabau. Dilansir dari Liputan6, dalam penelitiannya Nyakabau menyebut bahwa ramuan herbal yang disebut bisa mengembalikan keperawanan wanita bisa meningkatkan risiko wanita mengalami kanker serviks.

"Penggunaan produk asing dalam vagina bisa meningkatkan risiko infeksi dan menyebabkan jaringan parut serta penyempitan saluran vagina. Ini meningkatkan risiko infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang merupakan penyebab utama kanker serviks dan infeksi HIV yang meningkatkan risiko infeksi HPV karena efek penekan kekebalan tubuh," kata Nyakabau.

3 dari 3 halaman

Sobeknya Selaput Dara Bukan Hanya Disebabkan Oleh Bercinta

Adanya penjualan obat pengembali keperawanan ini tentu berkaitan dengan pandangan masyarakat bahwa wanita seharusnya masih tetap perawan sebelum menikah. Padahal, hilangnya keperawanan atau dalam hal ini sobeknya selaput dara tidak melulu disebabkan karena bercinta saja.

Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh wanita bisa jadi penyebab sobeknya selaput dara. Aktivitas seperti olahraga berat atau bahkan hanya berjalan saja bisa menyebabkan sobeknya selaput dara terutama usai melewati usia tertentu. [RWP]

Baca juga:
Darah Perawan Palsu
Tomat Bisa Jadi Senjata Ajaib untuk Tingkatkan Jumlah Sperma Pria
Ini Alasan Mengapa Kamu Kalap Makan Terlalu Banyak pada Malam Hari
Hindari Penggunaan Tas di Satu Sisi Bahu Karena Risiko Kesehatan Jangka Panjang

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini