Mutasi protein di otak jadi penyebab autisme
Merdeka.com - Peneliti menyatakan bahwa mereka telah menemukan mutasi genetik pada orang yang menderita autisme. Mutasi ini memotong komunikasi antar sel otak hingga sepersepuluh tingkat normal.
Dalam penelitian tersebut ditemukan sebuah protein yang bermutasi pada penderita autisme. Protein ini mampu membantu transfer data antar sel otak melalui jalur saraf yang disebut synapses. Ini menyebabkan penderita autisme mengalami masalah perilaku dam kemampuan kognitif.
Johanna Montgomery, peneliti dari Auckland University's Centre for Brain Research menyatakan bahwa mutasi protein yang disebut Shank3 ini menawarkan banyak kemungkinan untuk merawat autisme.
"Perkembangan perawatannya mungkin baru ada beberapa tahun lagi. Namun kami mengetahui kinerjanya, kami mengetahui bagian yang bermasalah. Jadi mari bekerja untuk memperbaikinya," paparnya, seperti dilansir oleh NY Daily News (09/11).
"Sekarang kami mengusahakan cara untuk menyelamatkan protein tersebut, untuk membuatnya bekerja dengan baik sehingga sel otak bisa berkomunikasi pada tingkat normal," tambahnya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dua tahun ini ilmuwan mulai memahami kompleksitas faktor penyebab autisme yang membuat banyak orang kesulitan belajar, susah bersosialisasi, dan memiliki masalah perilaku. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya