Mengenal Ulkus Peptikum: Gejala dan Cara Mengobati

Selasa, 17 Mei 2022 12:00 Reporter : magang1
Mengenal Ulkus Peptikum: Gejala dan Cara Mengobati ilustrasi sakit perut. pexels

Merdeka.com - Tubuh memiliki sistem pencernaan yang pada dasarnya berfungsi untuk mencerna makanan dengan mengambil nutrisi yang diperlukan tubuh. Kemudian sisa makanan serta bakteri dalam tubuh dibuang.

Sistem pencernaan ini memang terdiri dari banyak bagian, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, hingga usus besar dan usus kecil. Kerusakan atau gangguan pada salah satu komponen tentu akan menyebabkan gangguan pada proses pencernaan.

Ulkus peptikum atau ulcer mungkin tidak sering terdengar di telinga. Penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini sebenarnya cukup umum dan dapat menyebabkan rasa sakit tak terhingga bagi penderitanya.

Kenali lebih jauh ulkus peptikum serta hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi sebelum terlambat.

2 dari 4 halaman

Apa Itu Ulkus Peptikum?

Ulkus peptikum atau ulcer adalah sebuah kondisi medis ketika ada ulkus (luka) terbuka yang terjadi di lambung atau bagian menuju usus kecil (duodenum). Ulkus dapat menyebabkan perut yang terasa sangat sakit.

Lambung memang mengandung larutan asam yang berfungsi untuk mencerna makanan. Untuk melindungi diri agar cairan asam tidak terkena organ tubuh, lambung dan usus kecil memiliki lapisan mukus.

Nah, ketika lapisan mukus ini menipis atau produksi asam lambung yang terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan cairan asam ini ‘bocor’ dan merembes ke lapisan dalam lambung, merusaknya.

Gejala yang dapat dirasakan oleh penderita ulkus peptikum antara lain:

  • Rasa perih hebat pada perut bagian tengah dan atas yang biasanya tidak langsung terasa setelah makan, namun beberapa jam setelahnya atau bahkan di malam hari.
  • Perut kembung.
  • Rasa panas dalam perut, mulas dan muntah.
  • Berat badan turun.
  • Rasa sakit yang menghilang sementara saat makan atau mengonsumsi antasida.
  • Pada kasus yang parah, rasa sakit juga bisa mencapai bagian dada.
3 dari 4 halaman

Penyebab Ulkus Peptikum

Penyebab utama ulkus peptikum adalah bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) serta konsumsi obat-obatan pereda nyeri tertentu. Bakteri ini bisa masuk ke tubuh manusia ketika mengonsumsi makanan atau kontak dengan sesuatu yang terkontaminasi.

Namun dilansir dari My Cleveland Clinic, kebanyakan orang yang tubuhnya terdapat bakteri H. pylori tidak menyebabkan iritasi. Hanya 10-15% orang dengan H. pylori kemudian berkembang menjadi ulkus.

Dipengaruhi kondisi tertentu, bakteri H. pylori dapat menghasilkan racun yang menyebabkan iritasi dan merusak lapisan pelindung organ pencernaan. Tanpa lapisan ini, cairan lambung yang sangat asam bisa masuk dan menyebabkan luka.

Obat Juga Berpengaruh

Salah satu kondisi yang bisa memicu H. pylori berkembang menyebabkan ulcer adalah konsumsi obat anti inflamasi non steroid dalam jangka panjang. Obat-obat ini termasuk ibuprofen, aspirin, serta sodium naproxen.

Obat ini memang merupakan obat yang umum dikonsumsi sebagai pereda nyeri sehari-hari yang aman dikonsumsi. Namun dalam jangka tinggi dan lama, obat ini dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.

Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan ulkus peptikum meliputi infeksi penyakit serius, sehabis operasi, konsumsi obat-obatan steroid, hingga tumor gastrinoma yang dapat berujung pada kanker.

4 dari 4 halaman

Pengobatan Ulkus Peptikum

ilustrasi minum obat

©pexels-Jeshootscom

Ulkus peptikum dapat memakan waktu yang cukup lama untuk sembuh, namun ulkus yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan lainnya yang lebih parah seperti pendarahan, perforasi atau lubang pada lambung, dan penyumbatan pada sistem pencernaan.

Seseorang yang terdiagnosis ulkus peptikum kemudian biasanya akan ditawarkan beberapa macam pengobatan.

  • Antibiotik akan diberikan untuk membasmi bakteri H. pylori yang sensitif terhadap amoxicillin, tetracycline, ciprofloxacin, dan metronidazole.
  • PPI (proto pump inhibitor) untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung sehingga meredakan rasa sakit perut yang dialami.
  • H2 Blockers juga berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung yang berlebih yang bisa menyebabkan rasa perih di perut.
  • Agen sitoprotektif berguna untuk melindungi jaringan lapisan lambung dan usus dua belas jari.

Anda juga dapat mencegah peradangan pada sistem pencernaan ini dengan pola hidup yang sehat, kurangi konsumsi obat pereda nyeri atau hanya minum ketika butuh saja, berhenti merokok, dan kurangi minuman beralkohol.

Reporter: Prilisa Septi Hariani

  [mgs]

Baca juga:
Waspadai Terjadinya Muntah Berwarna Hijau Tua pada Anak
Fungsi Asam Lambung bagi Pencernaan Manusia, Ketahui Cara Menjaga Kesehatannya
Teknik Heimlich Manoeuvre, Cara Anda Bisa Selamatkan Nyawa Seseorang
Minum Air Dingin saat Cuaca sedang Panas, Ini Dampaknya pada Tubuh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini