Masa Pandemi COVID-19, Rentan Terjadi Kehamilan Tak Diinginkan

Rabu, 29 April 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Masa Pandemi COVID-19, Rentan Terjadi Kehamilan Tak Diinginkan Ibu hamil. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Pada masa pandemi COVID-19, rentan terjadi sejumlah masalah yang dialami. Salah satu hal yang mungkin terjadi adalah Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD).

"Diindikasi kehamilan tak diinginkan ini dilatarbelakangi Pasangan Usia Subur (PUS) yang memerlukan kontrasepsi tidak bisa mengakses layanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan, sehingga mereka menunda ke faskes selama COVID-19 jika tidak dalam kondisi gawat," jelas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo.

"Kenapa menunda? Ya, karena adanya kekhawatiran bagi pasangan yang memerlukan kontrasepsi tertular COVID-19 (kalau ke faskes). Apalagi COVID-19 juga sangat berpengaruh terhadap orang dengan sistem imun lemah," sambungnya.

Kehamilan tidak diiginkan memiliki dampak yang luas, seperti meningkatkan kasus aborsi, risiko kematian ibu dan anak, anemia pada ibu hamil, malnutrisi pada ibu hamil dan janin.

"Bayi lahir prematur, berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), dan kurangnya kasih sayang dan pengasuhan karena anak tidak diinginkan dapat terjadi," lanjut Hasto.

1 dari 1 halaman

Pastikan Layanan KB Tetap Berjalan

Adanya kerentanan kehamilan yang tidak diinginkan, Hasto bersama jajaran BKKBN Pusat dan Provinsi terus berupaya memastikan keberlangsungan penggunaan alat dan obat kontrasepsi selama masa krisis COVID-19.

"Pelayanan KB tetap bergerak dan ada kunjungan (dari tenaga kesehatan) ke pasangan usia subur (di rumah) yang memerlukan kontrasepsi," Hasto melanjutkan.

"Kami juga berupaya menurunkan angka putus pakai alat dan obat kontrasepsi sehingga mencegah KTD dengan cara mengoptimalkan peran penyuluh KB menggerakkan Mobil Unit Penerangan KB ke masyarakat."

Hasto juga mengajak seluruh Keluarga Indonesia untuk menjalankan Aksi 8 (delapan) Fungsi Keluarga (agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan) agar terhindar dari paparan penyakit dan virus.

"Diharapkan kita semua mematuhi arahan Pak Presiden Joko Widodo untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Supaya meminimalisir penyebaran COVID-19, khususnya di dalam unit terkecil masyarakat, yakni keluarga," tutup Hasto.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Olahraga ketika Kehamilan Bisa Buat Bayi yang Dilahirkan jadi Lebih Bugar
Konsumsi Sayur Sebelum Kehamilan Bisa Bantu Cegah Kelahiran Prematur
Sejumlah Hal yang Harus Diketahui Penderita Diabetes yang Tengah Hamil
Ibu Hamil dan Menyusui Waspadai Terjadinya Infeksi COVID-19

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kehamilan
  3. Seputar Kehamilan
  4. Covid 19
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini