Kutil pada Bagian Pribadi Tubuh Bisa Picu Munculnya Kanker

Senin, 1 April 2019 19:10 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kutil pada Bagian Pribadi Tubuh Bisa Picu Munculnya Kanker Ilustrasi celana pria. ©Shutterstock.com/Ollyy

Merdeka.com - Pada tangan, kaki, atau anggota tubuh lain, kerap kita temui munculnya kutil. Namun jika berada di bagian tubuh lain terutama pada bagian kemaluan, kutil yang muncul ini tak bisa disepelekan.

Kutil di kelamin ternyata lebih berbahaya karena disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus).

"Kutil kelamin merupakan tumor jinak kulit yang menginfeksi sel bernama basal. Biasanya tumbuh di kelamin, sekitar kelamin atau dubur," ujar Anthony Handoko, dokter spesialis kulit dan kelamin di Tjikinii Lima, Jakarta Pusat.

Penyakit yang dipicu oleh HPV tipe 6 dan 11 ini lebih berpotensi diidap oleh pria dan timbul tanpa gejala. Rata-rata pengidap kutil kelamin berada di usia 16-29 tahun. Waktu di mana seseorang mulai aktif secara seksual.

"Pemicunya adalah 10 tipe HPV. Tapi, yang paling banyak tipe 6 dan 11. Dan rasanya tidak gatal, perih atau nyeri sama sekali. Bentuknya menonjol tapi datar seperti lempengan," ujar Anthony

Meskipun lebih banyak diidap oleh pria, tapi jenis penyakit infeksi menular seksual (IMS) ini paling mudah disebarkan oleh wanita. Penularannya lewat luka-luka kecil maupun besar.

"Wanita paling banyak memiliki luka di bagian kelamin. Kutil kelamin juga bisa timbul di leher kalau penularannya lewat anal seks," ungkap Anthony.

Sebenarnya, penyakit ini tidak berbahaya. Jika virusnya imunitas orang tersebut sedang baik, kutil kelamin akan lebih cepat dan mudah disembuhkan. Bahkan bisa sembuh sendiri.

Namun, ketika virus HPV yang ditularkan banyak, ganas dan menyerang seseorang dengan kondisi imunitas rendah, kutil kelamin bisa mengarah pada kanker serviks.

Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan deteksi dini dan vaksinasi HPV supaya terbebas dari risiko kutil kelamin. Selain itu, disarankan untuk monogami agar terhindar dari penyakit tersebut.

Jika sudah terkena, seseorang bisa melakukan pengobatan mandiri dengan cairan podofilin, krim imiquimod atau salep sinecatechnis.

Maupun dengan pengobatan di klinik seperti cryotherapy, TCA liquid, electrosurgery atau laser surgery yang dinilai lebih ampuh.

"Bagi yang aktif secara seksual, perlu melakukan deteksi dini dan terapi berdua. Jangan salah satu saja. Karena penyakit ini bersifat seperti bola pimpong, menular. Jadi, harus dua-duanya melakukan perawatan," jelas Anthony.

Reporter: Cynthia Amanda Male
Sumber: Dream.co.id [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini