Ini Salah Satu Penyebab Air Susu Ibu Kadang Sulit Keluar

Minggu, 10 Maret 2019 14:06 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ini Salah Satu Penyebab Air Susu Ibu Kadang Sulit Keluar ilustrasi menyusui. © boldsky.com

Merdeka.com - Pada seorang ibu baru, masalah yang cukup jamak dialami adalah ketika menyusui. Seringkali mereka kesulitan mencukupi kebutuhan air susu ibu (ASI) pada buah hati.

Kurangnya jumlah asi yang dimiliki seorang ibu baru ini ternyata bisa disebabkan oleh kadar zinc atau seng dalam tubuh. Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian yang dilakukan di Penn State University menemukan hubungan antara kedua hal ini.

Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar seng dalam asi untuk membentuk mengidentifikasi penyebab wanita mengalami kesulitan dalam menyusui bayinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat zinc yang rendah pada ASI menjadi penyebab dirinya kekurangan air susu selama menyusui.

Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa protein Znt2 sangat penting untuk mengatur seng dalam ASI. Wanita yang memiliki mutasi pada gen yang berfungsi untuk memproduksi protein ini cenderung memiliki tingkat signifikansi seng yang lebih rendah dalam ASI mereka.

Kondisi ini menyebabkan kekurangan seng yang parah pada bayi melalui ASI yang dikonsumsinya. Penelitian ini juga menemukan bahwa variasi genetik sering terjadi pada wanita dan bahkan dapat dikaitkan dengan indikator kurangnya fungsi payudara.

Seng merupakan mineral penting untuk pertumbuhan kelenjar susu, perkembangan selama kehamilan, serta pertumbuhan anak-anak dan remaja. Jika wanita dengan variasi genetik protein Znt2 dapat menyusui, air susu mereka kemungkinan hanya mengandung seng dalam jumlah yang rendah.

Pada penelitian ini, para peneliti mengumpulkan dan menganalisis data dari 54 wanita menyusui yang 36 persen di antaranya memiliki setidaknya satu perubahan gen pada protein Znt2. Para peneliti juga menemukan 12 varian genetik yang sebelumnya tidak diketahui dari Znt2 dalam tubuh peserta. L

Dalam penelitian tersebut, para peserta dibagi dalam empat kelompok sesuai dengan tingkat seng dalam ASI mulai dari rendah ke tinggi. Peneliti mengidentifikasi varian Znt2 pada 79 persen wanita dalam kelompok wanita dengan tingkat seng terendah.

Sementara, Znt2 hanya terdapat pada 29% wanita dengan tingkat seng tertinggi. Wanita menyusui setidaknya memiliki satu varian genetik Znt2 baik dengan tingkat seng rendah atau tinggi dalam air susu mereka. Namun, yang terpenting adalah kadar Znt2 tidak terdeteksi pada wanita dengan kadar seng normal.

Selain itu, setelah melihat rasio natrium hingga kalium (Na/K) dalam susu para peserta yang merupakan indikator adanya disfungsi payudara, termasuk infeksi dan radang payudara. Para peneliti menemukan bahwa wanita dengan varian genetik T2885 memiliki kadar Natrium yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki varian ZnT2. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini