Idap penyakit langka, tubuh gadis ini seperti anak umur 3 tahun
Merdeka.com - Semua orang tentu ingin anak-anak mereka tumbuh normal seperti anak kebanyakan. Namun tampaknya hal itu tak akan terjadi pada Enola Hallerton. Pasalnya, gadis berusia 10 tahun ini memiliki tubuh yang sama dengan anak berusia tiga tahun.
Enola hanya memiliki tinggi 97 cm dan semua bajunya ketika berusia tiga tahun masih muat untuk tubuhnya yang sekarang. Tubuhnya juga tidak bisa tumbuh lebih besar lagi. Bahkan ada saat-saat dia merasa lelah berjalan dan memutuskan untuk merangkak seperti balita, seperti dilansir oleh Daily Mail (23/06).
Akibat penyakit langka yang cukup ekstrem, tubuh Enola tak akan bisa tumbuh lagi dan bahkan tak akan bisa mencapai lebih dari satu meter, seumur hidupnya. Penyakit langka tersebut bernama Morquio (MPS). Penyakit ini mempengaruhi kemampuan tumbuh badan dan tak bisa disembuhkan. Di Inggris, penyakit ini hanya menjangkiti 105 anak-anak dan orang dewasa.
Enola sendiri diketahui memiliki penyakit ini ketika berusia dua tahun. Dokter melihat adanya kejanggalan pada pinggulnya. Enola hanya tumbuh lima cm sejak dia berusia lima tahun. Saat ini, ketika dia sudah berusia 10 tahun pun, tinggi badannya tak sampai satu meter. Berat badannya pun tak jauh berbeda dengan ketika dia baru lahir.
"Dia bukan bayi yang normal, ketika lahir dia berukuran sangat besar. Satu-satunya yang ditemukan oleh dokter adalah kelainan pada kakinya. Itu karena kakinya tersangkut tulang rusukku saat masih berada dalam rahim. Awalnya mereka bilang ini bisa disembuhkan dengan fisioterapi," ungkap ibunya.

Namun setelah melakukan rontgent, dokter kembali menemukan keanehan, tak hanya pada kaki Enola tetapi juga pada pinggulnya. Dokter mengatakan bahwa hanya ada satu penjelasan tentang penyakit Enola, yaitu MPS. Morquio adalah kondisi jangka panjang yang tak bisa disembuhkan. Beberapa orang yang terkena MPS saat dewasa hanya bisa hidup hingga usia 50 - 60 tahun. Sementara yang terjangkit sejak lahir biasanya tak bisa hidup hingga lebih dari 30 tahun. Ini adalah ketakutan terbesar Donna, ibu dari Enola.
"Setelah membaca kondisi tentangnya di internet, aku hanya bisa menangis. Sangat menyedihkan membayangkan dia tak bisa hidup lama karena penyakit tersebut. Baginya kehidupan sehari-hari juga tak mudah karena hampir semua temannya sudah berukuran dua kali lebih tinggi darinya," ungkap Donna.

Kebanyakan anak yang terjangkit Morquio memang tak bisa tumbuh lebih dari satu meter. Mereka juga mengalami perubahan pada struktur tulang yang membuat mereka sulit berjalan ketika sudah menginjak remaja. Enola kehilangan enzim yang berfungsi untuk membongkar zat sisa pada tubuhnya, dan ini bisa berbahaya pada organ, tulang, dan persendiannya nanti.
Penyakit ini berbeda dengan keadaan orang kerdil. Orang kerdil memiliki organ yang normal dan menyesuaikan dengan ukuran tubuh mereka, sementara pada orang yang terkena Morquio, organ akan terus tumbuh seperti ukuran normal. Hal inilah yang nantinya bisa membahayakan nyawa Enola, ketika organ dalam tubuhnya terus membesar sementara ukuran tubuhnya tidak berkembang.
Saat ini Enola harus menggunakan alat bantu agar bisa berjalan. Dia juga menjalani terapi percobaan sejak 2009 untuk diberikan enzim Vimizim setiap sekali seminggu. Ibu Enola berharap anaknya bisa menjalani hari-harinya dengan indah, bukan sebagai hal yang tidak menyenangkan.
(mdk/kun)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya