Fluktuasi Hormon Bisa Menjadi Penyebab Munculnya Jerawat di Pipi

Senin, 9 November 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Fluktuasi Hormon Bisa Menjadi Penyebab Munculnya Jerawat di Pipi Ilustrasi jerawat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang biasany muncul sejak remaja. Masalah ini kerap membuat seseorang merasa kesulitan hingga usia lanjut.

Biasanya, masalah kesehatan berupa jerawat ini bakal hilang setelah berlalunya usia remaja. Walau begitu, masalah jerawat yang muncul di pipi ini kerap menjadi gangguan yang bisa dialami siapa saja walau di usia dewasa.

Munculnya jerawat pada seluruh usia ini bisa disebabkan karena satu hal yaitu akibat fluktuasi hormon. Dilansir dari The List, jerawat hormonal ini kerap terjadi pada wanita berusia 20 hingga 40 tahun.

Walau begitu, bukan tak mungkin bahwa jerawat hormonal ini dialami oleh wanita berusia di atas 40 tahun. Fluktuasi hormon ini terutama bisa terjadi akibat menopause.

"Hormon yang menyebabkan jerawat jenis ini merupakan fluktuasi estrogen dan progesteron, yang keduanya berdampak secara luas terhadap siklus menstruasi bulanan," terang S. Manjula Jegasothy, M.D., pendiri dari Miami Skin Institute dilansir dari Self.

Fluktuasi yang terjadi ini dipercaya bisa meningkatkan produksi minyak di pori-pori yang berujung munculnya jerawat. Secara spesifik, jika jerawat muncul di wajahmu setiap bula pada waktu yang sama terutama pada pipi dan area janggut, dapat dipastikan bahwa ini merupakan jerawat hormonal.

Jika jerawat yang kamu alami cukup parah, pengobatan jerawat standard saja tak bisa mengatasinya. Jenis jerawat ini biasanya masuk lebih dalam di kulit.

Baca Selanjutnya: Cara Mengatasi Jerawat Hormonal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini