Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Dampak Polusi Udara dan Radiasi UV dengan Perawatan Kulit Komprehensif

Cegah Dampak Polusi Udara dan Radiasi UV dengan Perawatan Kulit Komprehensif Ilustrasi perawatan kulit. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Shell114

Merdeka.com - Polusi udara yang buruk bisa memperburuk masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan rosacea. Dampak dari polusi udara yang bercampur dengan radiasi sinar ultraviolet (UV) bisa memperburuk kondisi kesehatan kulit.

Dokter spesialis kulit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Arini Astasari Widodo, MS, SpKK mengatakan perawatan kulit komprehensif dapat mencegah dampak gabungan dari polusi udara dan radiasi sinar UV.

"Untuk melindungi kulit dari dampak gabungan polusi dan radiasi UV, penting mengadopsi rutinitas perawatan kulit yang komprehensif dan langkah-langkah pencegahan," kata anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Perawatan kulit komprehensif yang dimaksud Arini termasuk penggunaan tabir surya dengan spektrum luas secara teratur untuk memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.

Kemudian, penggunaan produk perawatan kulit yang kaya antioksidan untuk membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan.

Arini juga mengimbau untuk mencari tempat teduh, menggunakan pakaian pelindung, dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat indeks UV sedang tinggi.

"Menerapkan praktik gaya hidup sehat seperti hidrasi yang cukup, diet seimbang, dan olahraga teratur juga dapat mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan dan meningkatkan ketahanan terhadap stres lingkungan," tambah dia.

Perubahan Iklim Prrburuk Kondisi KEsehatan Kulit

Perubahan iklim, dikatakan Arini menyebabkan peningkatan yang mengkhawatirkan pada indeks UV dan tingkat polusi. Kombinasi antara polusi dan radiasi UV pun menjadi ancaman serius bagi kesehatan kulit.

"Kombinasi polusi dan radiasi UV menciptakan lingkungan yang lebih merugikan bagi kulit kita, bahkan daripada polusi atau UV nya saja secara individual. Kombinasi ini menyebabkan lebih tingginya dampak negatif radikal bebas yang menjadi berkali lipat," kata Arini yang juga lulusan Harvard Medical School itu.

Ia menjelaskan, kombinasi polusi dan radiasi UV menyebabkan produksi radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif dan peradangan pada kulit.

Radikal bebas sendiri diketahui merupakan molekul yang sangat reaktif yang merusak komponen seluler, termasuk DNA, protein, dan lipid. Kerusakan tersebut menyebabkan penuaan dini, melemahnya barrier kulit, peningkatan sensitivitas kulit, dan meningkatkan risiko kambuhnya masalah kulit sebelumnya seperti jerawat, eksim, dan rosacea.

Campuran polutan dan radiasi UV juga dapat menimbulkan pembentukan smog. Smog adalah sumber radikal bebas yang kuat, yang memperkuat efek negatifnya pada kulit.

Melihat seriusnya bahaya kombinasi polusi dan radiasi UV di akibat perubahan iklim tersebut, Arini menegaskan pentingnya melindungi kulit.

"Dengan memprioritaskan perlindungan kulit dan mengadopsi langkah-langkah pencegahan, kita dapat menjaga kulit yang lebih sehat dan tangguh dalam lingkungan yang terus berubah," pesannya.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit, Bisa Memicu Jerawat hingga Sebabkan Kanker
Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit, Bisa Memicu Jerawat hingga Sebabkan Kanker

Polusi udara tidak hanya dapat terhirup ke dalam tubuh dan merusak paru-paru atau organ lainnya, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit.

Baca Selengkapnya
5 Cara Memperbaiki Rambut Rusak Akibat Polusi dan Paparan Sinar UV, Yuk Kembalikan Kilau Sehatnya
5 Cara Memperbaiki Rambut Rusak Akibat Polusi dan Paparan Sinar UV, Yuk Kembalikan Kilau Sehatnya

Rambut rusak akibat polusi dan paparan sinar UV? Yuk, atasi dengan berbagai cara mudah ini

Baca Selengkapnya
Cara Mengurangi Dampak Polusi Udara, Mulai dari Kebiasaan Sendiri
Cara Mengurangi Dampak Polusi Udara, Mulai dari Kebiasaan Sendiri

Di tengah paparan polusi udara, kita masih punya harapan untuk meminimalisir dampaknya dan mencegah situasi menjadi lebih kritis.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
3 Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Anak & Kenali Cara Melindungi si Kecil dari Asap Berbahaya
3 Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Anak & Kenali Cara Melindungi si Kecil dari Asap Berbahaya

Masalah polusi udara semakin mengkhawatirkan. Khususnya di Jakarta. Berikut dampak polusi udara pada kesehatan anak yang perlu diwaspadai.

Baca Selengkapnya
6 Cara Mencegah Hiperpigmentasi Kulit, Salah Satunya Pakai Sunscreen
6 Cara Mencegah Hiperpigmentasi Kulit, Salah Satunya Pakai Sunscreen

Penyebab hiperpigmentasi bervariasi, mulai dari paparan sinar matahari berlebihan hingga perubahan hormon.

Baca Selengkapnya
Apa Fungsi Sunscreen untuk Kulit? Berikut Cara Memilih Produk Terbaiknya
Apa Fungsi Sunscreen untuk Kulit? Berikut Cara Memilih Produk Terbaiknya

Memakai sunscreen bisa mengatasi masalah kulit yang diakibatkan karena paparan sinar matahari. Begini penjelasannya.

Baca Selengkapnya
8 Cara Jaga Kulit Wajah supaya Tidak Belang dan Tetap Terjaga saat Cuaca Panas
8 Cara Jaga Kulit Wajah supaya Tidak Belang dan Tetap Terjaga saat Cuaca Panas

Terpapar sinar matahari yang intens & udara kering dapat menyebabkan dehidrasi, jerawat & kerusakan kulit lainnya, sehingga perlu dijaga cupaya tetap flawless.

Baca Selengkapnya
Cara Atasi Keriput Wajah dan Kulit Kendur Hanya dengan 1 Buah, Langsung Tampak Awet Muda
Cara Atasi Keriput Wajah dan Kulit Kendur Hanya dengan 1 Buah, Langsung Tampak Awet Muda

Kulit keriput dan kendur adalah masalah kulit yang muncul seiring bertambahnya usia. Yuk, simak cara mengatasi keduanya hanya dengan satu jenis buah ini!

Baca Selengkapnya
5 Dampak Polusi Udara Tinggi bagi Kesehatan Tubuh
5 Dampak Polusi Udara Tinggi bagi Kesehatan Tubuh

Kondisi polusi udara tinggi beberapa waktu ini bisa menimbulkan dampak jangka panjang bagi tubuh.

Baca Selengkapnya