Begini Cara Orangtua Memeriksa Kesehatan Gigi Anak Usai Menyikatnya

Senin, 28 Maret 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Cara Orangtua Memeriksa Kesehatan Gigi Anak Usai Menyikatnya Ilustrasi sikat gigi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/ZouZou

Merdeka.com - Kebersihan gigi merupakan hal yang penting baik bagi orang dewasa maupun anak. Pada anak, kebersihan gigi juga merupakan tanggungjawab dari orangtua.

Orangtua perlu memeriksa kebersihan gigi anak dengan tangan setelah mereka menyikat gigi demi mencegah adanya sisa makanan yang tertinggal di gigi, ungkap Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak drg. Eka Sabaty Shofiyah, Sp. KGA.

"Ada permukaan untuk mengunyah, dekat pipi, yang dibalik lidah. Pastikan semua permukaan itu tersikat. Jangan lupa bibirnya diangkat karena sering banget ngumpet di bagian gigi, itu area yang sering berlubang, yang ada hitamnya," terangnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Hal ini menjadi bagian dari perawatan gigi anak khususnya bagi mereka yang belum bisa menyikat gigi sendiri, selain mengajarkan anak sejak dini menjaga kebersihan giginya dengan menyikat gigi rutin.

"Ketika tiba-tiba kita memasukkan sikat gigi, itu kan bentuknya tidak enak, belum kenal tuh keras, kayak ada bulu-bulu. Pasti anak tidak nyaman. Untuk membiasakannya bisa sejak sebelum giginya tumbuh, misalnya habis menyusui kita bisa mengelap mulutnya dengan kassa," tutur Eka.

Terkait menerapkan kebiasaan sikat gigi, menurut Eka tak terpatok pada durasi, karena satu menit pun kadang tak cukup apalagi bila disertai drama saat menyikat gigi. Jadi, sebaiknya periksa dengan tangan misalnya menggaruk bagian gigi apakah masih ada sisa makanan usai anak menyikat gigi. Selain itu, dalam pemilihan pasta gigi sebaiknya gunakan yang dengan kandungan flouride.

2 dari 2 halaman

Perhatikan Konsumsi Makanan

Bagian dari perawatan gigi anak juga termasuk memperhatikan makanan yang mereka konsumsi dan ini sebetulnya tidak semata membatasi permen dan cokelat. Komponen makanan yang diolah bakteri dan menyebabkan gigi berlubang juga ada di karbohidrat misalnya dari nasi, pasta, mi.

"Kalau misal tertinggal setelah makan dan tidak dibersihkan, akan dipecah oleh enzim-enzim di dalam mulut menjadi komponen gula. Jadi dinamakan gula itu bukan hanya yang manis-manis saja, tetapi makanan asin juga. Jadi itu harus diperhatikan juga," saran Eka.

Di sisi lain, anak tetap membutuhkan karbohidrat, sehingga pengaturan asupan menjadi kuncinya. Eka tak menyarankan Anda memberikan makanan khususnya mengandung karbohidrat bertubi-tubi pada anak. Misalnya, usai makan pagi, Anda langsung memberinya camilan, susu dan lainnya.

"Gigi belum ada waktu untuk mengembalikan keseimbangan. Dia kena asam terus sepanjang hari, jadinya mudah rusak," kata Eka.

Eka mengingatkan untuk selalu memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anak karena berpengaruh terhadap pertumbuhan. Perawatan yang tepat bisa mencegah munculnya masalah lebih lanjut yang mengancam pertumbuhan anak. [RWP]

Baca juga:
Perhatian Keluarga Sangat Penting untuk Cegah Kecanduan Game Online pada Anak
Ketahui 3 Aspek Tumbuh Kembang Anak yang Terpengaruh Terjadinya "Social Distancing"
Miopi atau Mata Minus saat Kecil Berisiko Munculkan Katarak di Usia 40
Waspadai Kemungkinan Terjadinya Long COVID-19 pada Anak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini