Ashraf Sinclair Terkena Serangan Jantung, Ini Penyebab Orang Sehat Juga Berisiko

Selasa, 18 Februari 2020 10:46 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ashraf Sinclair Terkena Serangan Jantung, Ini Penyebab Orang Sehat Juga Berisiko Ashraf Sinclair. ©kapanlagi.com

Merdeka.com - kabar mengejutkan datang dari meninggalnya suami aktris dan penyanyi Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair. Dia diketahui meninggal dunia pada Selasa (18/2) dalam usia yang cukup muda yaitu 40 tahun.

Selama ini, Ashraf diketahui tidak memiliki masalah kesehatan berarti. Selain itu, dia juga memiliki gaya hidup yang cukup sehat. Lantas mengapa hal ini dapat terjadi?

Satu hal yang penting dipahami adalah bahwa kondisi tubuh yang sehat dan bugar tak menjamin bahwa bakal tidak ada risiko penyakit jantung. Pada seseorang yang memiliki gaya hidup dan pola makan sehat, serangan jantung ini juga mengintai.

Pada saat ini, serangan jantung mengintai pada usia yang lebih muda. Saat ini, seseorang pada usia 30 dan 40 tahun sudah berada dalam kategori risiko tinggi terutama ketika gaya hidup tak terjaga.

"Seseorang yang tampak sehat bisa jadi memiliki penyubatan di arteri dalam waktu yang lama dan bisa berujung serangan jantung mendadak pada suatu waktu," terang Rishi Gupta, direktur dari Asian Institute of Medical Sciences di Faridabad dilansir dari Livemint.

1 dari 2 halaman

Serangan jantung sendiri merupakan malfungsi elektrikal yang mengganggu ritme jantung sehingga jadi berhenti memompa darah ke seluruh tubuh. Serangan jantung muncul ketika penyumbatan di arteri ini kemudian mengarah ke jantung.

Hal ini menurunkan aliran darah dan oksigen ke otot jantung. Selama serangan jantung, biasanya jantung tidak akan berhenti berdetak kecuali ketika terjadi gagal jantung.

"Delapan dari sepuluh kasus penyebab gagal jantung adalah karena penyumbatan di jantung. Pada 20 persen kasus, hal ini bisa terjadi karena alasan lain," terang Ashok Seth kepala bagian kardiologi pada Fortis Escorts Hospitals, New Delhi.

"Tiga masalah dari masalah berhubungan jantung yang sulit dideteksi ini terjadi karena masalah yang sangat serius," sambungnya.

Dia menyatakan bahwa pada sebagian kasus penyumbatan ini, tidak ada gejala yang muncul. Hal ini menyebabkan seseorang tampak sehat dan bugar walau masalah jantung ini mengintai.

2 dari 2 halaman

Kemungkinan lain adalah karena pada seseorang dengan kondisi tubuh sehat dan bugar jarang memeriksa kesehatan mereka secara rutin. Hal ini membuat masalah yang mengintai di dalam tubuh mereka jadi tidak terdeteksi hingga kemudian berakibat fatal.

"Gejala yang dilihat seperti napas pendek, kelelahan terus-menerus tanpa alasan yang jelas, menumpuknya cairan di tubuh, batuk dan bersin terus-menerus, kurangnya selera makan, mual, kebingungan, kesulitan berpikir, serta meningkatnya detak jantung," terang Dr. Gupta.

Dia mengingatkan bahwa seseorang dengan usia di atas 35 tahun harus melakukan pemeriksaan jantung yang tepat. Hal ini bisa membantu mencegah munculnya masalah kesehatan jantung.

"Penting untuk mengingatkan orang-orang bahwa tidak ada yang benar-benar aman dari serangan jantung sehingga penting untuk menjaga faktor risiko (diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, dll) menurun hingga batas minimal, serta yang paling penting mengenali penyumbatan ini sedini mungkin sehingga bisa menembukan perawatan pencegahan yang tepat," tandas Dr. Gupta. [RWP]

Baca juga:
Selain Ashraf Sinclair, 5 Artis Ini Juga Meninggal Karena Serangan Jantung
Nyeri yang Terjadi di Dada Bisa Jadi Salah Satu Tanda Adanya Serangan Jantung
Serangan Jantung Bisa Jadi Ancaman Ketika Perjalanan Panjang di Pesawat
Begini Cara Mengatasi Aritmia, Gangguan Irama Jantung yang Bisa Berdampak Fatal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini