5 Cara Menjaga Kesehatan Bayi sejak Masa Kehamilan
Merdeka.com - Kesehatan bayi merupakan sebuah hal yang menjadi perhatian penting bagi orangtua. Hal ini penting dilakukan tak hanya pada saat ketika membesarkan buah hati, namun juga mulai saat masih menjadi janin.
Dokter spesialis anak sekaligus Founder Tentang Anak Official, Mesty Ariotedjo mengatakan, sebenarnya, 80 persen perkembangan otak bayi terjadi di 1.000 hari pertama. Hal ini penting dilakukan bukan saat setelah bayi lahir, tetapi sejak di dalam kandungan.
Maka dari itu, menjaga kesehatan dan kenyamanan selama proses kehamilan adalah hal yang penting, lanjutnya.
Senada dengan Mesty, dokter kandungan Darrell Fernando menjelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan guna menjaga kesehatan di masa kehamilan yakni:
-Kontrol kehamilan sesuai dengan jadwal termasuk untuk pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini minimal dilakukan 4 kali selama kehamilan. Yakni ketika trimester 1 (usia 10-13 minggu), trimester 2 (usia 20-24 minggu), dan trimester 3 (usia 28-31 minggu dan 36 minggu).
-Perhatikan nutrisi dan pola makan dengan gizi seimbang: tidak ada makanan “superior” atau paling bagus dibandingkan makanan yang lainnya. Ibu hamil dapat mengonsumsi variasi jenis makanan untuk memenuhi kecukupan gizi.
-Konsumsi vitamin sesuai anjuran dokter: kebutuhan vitamin ibu hamil termasuk zat besi, asam folat, dan vitamin D. Namun, sebelum mengkonsumsi ini semua, ibu hamil wajib untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
-Berolahraga: usahakan untuk beraktivitas fisik sebanyak 150 menit dalam seminggu, atau 20-30 menit setiap harinya dan hindari aktivitas berat seperti lompat-lompat.
-Mengenali tanda bahaya setiap trimester: seperti muntah hebat, pendarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan kejang.
Persiapan ASI
Selain 5 hal di atas, hal berikutnya yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah persiapan Air Susu Ibu (ASI).
“Orangtua dapat mengonsultasikan kondisi medis ke dokter, bidan, konselor laktasi sejak hamil, selain itu orangtua dan lingkungan juga dapat menciptakan suasana yang nyaman, dukungan yang penuh, dan menghindari stres agar proses mengASIhi dapat berjalan dengan lancar,” ujar Darrell.
Kecukupan gizi ibu dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) juga memiliki peranan penting dalam perjalanan mengASIhi, lanjutnya.
“Penting bagi setiap calon orangtua yang sedang mempersiapkan persalinan untuk terus update terkait perkembangan informasi dan pengetahuan di setiap usia kehamilannya agar bisa relevan dengan kondisi yang sedang dialami.”
Selain itu, hal yang tidak kalah penting bagi orangtua adalah menjaga kesehatan mental, khususnya ibu selama proses kehamilan hingga setelah melahirkan nanti.
“Jika mengalami gejala gangguan jiwa seperti sering menangis, merasa hampa, tidak dapat beraktivitas, mendengar suara, cemas berlebih, segera konsultasikan diri ke dokter dan ahlinya,” terangnya.
Reporter: Ade Nasihudin Al AnsoriSumber: Liputan6.com
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya