Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ritual guyang cekathak saat kemarau dan pelana kuda Sunan Muria

Ritual guyang cekathak saat kemarau dan pelana kuda Sunan Muria muria. ©2015 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Pada saat musim kemarau berkepanjangan di Kawasan Pantura, bencana kekeringan melanda sekitar tanggal 24 Agustus sampai 23 September, warga di lereng gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar ritual guyang cekathak.

Upacara tradisi ini biasanya digelar pada hari Jumat Wage di bulan September atau di hari Jumat Wage musim kemarau yang orang Jawa bilang mongso ketigo atau langka mata air.

"Kalau tidak ada hari Jumat Wage September ya akhir Agustus atau awal Oktober saat musim kemarau panjang tiba," ungkap salah seorang penjaga makam atau juru kunci makam dan masjid Sunan Muria M Sohib kepada merdeka.com, Kamis (17/6).

Ngguyang atau guyang dalam bahasa Jawa berati memandikan. Kemudian cekathak, bahasa lokal Kudus berarti pelana kuda yang biasa digunakan Sunan Muria untuk berkuda.

"Sampai sekarang ada salah satu asli cekathak asli tapi sudah hancur dan oleh yayasan dibuat duplikatnya," ungkapnya.

Ritual diawali dengan membawa cekathak atau pelana kuda peninggalan Sunan Muria dari Komplek Masjid Muria mata air Sedang Rejoso.

Ritual ini juga sebagai upaya untuk melestarikan Sedang Rejoso yang merupakan satu-satunya mata air di sekitar Bukit Muria.

Di mata air ini, cekathak kemudian dicuci lalu air sendang dipercik-percikan ke warga sebagai pesan bahwa sedang adalah penopang hidup Sunan Muria dan keluarganya beserta masyarakat sekitar dan sampai kini masih memancarkan mata airnya.

Usai mencuci pelana kuda, dilanjutkan dengan selamatan dengan membacakan doa dan menunaikan salat Istisqa, yaitu dalam agama Islam disebut sebagai salat minta hujan.

Lalu ditutup dengan makan bersama dengan lauk-pauk berupa sayuran dipadu dengan parutan kelapa, opor ayam dan gulai kambing.

Selain itu, disediakan juga makanan penutup berupa minuman khas warga Kudus berupa dawet yang melambangkan bahwa butiran dawet adalah lambang turunnya hujan. (mdk/rep)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP