TKN Jokowi: RI Butuh Pemimpin yang Berpengalaman Mengelola Pemerintahan

Selasa, 12 Februari 2019 17:41 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
TKN Jokowi: RI Butuh Pemimpin yang Berpengalaman Mengelola Pemerintahan Ratusan Purnawirawan TNI-Polri dukung Jokowi-Maruf. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Sejumlah persiapan tengah dilakukan oleh Capres nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) untuk menghadapi debat kedua pada 17 Februari nanti. Tema debat kedua yakni tentang energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy mengatakan, kerja petahana selama empat tahun terakhir sudah sangat bisa dirasakan. Khususnya terkait infrastruktur yang berdampak pada aspek ekonomi serta legacy. Sehingga, dia yakin, Jokowi tak bakal kesulitan menghadapi debat kedua dengan tema tersebut.

Menurut Lukman, pembangunan infrastruktur bukan saja dalam rangka untuk menjamin konektivitas penduduk dan barang, tetapi juga berdampak ekonomi yang luas, antara lain, menjamin pertumbuhan ekonomi, menjamin penyerapan tenaga kerja, menjamin tumbuhnya dunia usaha, menjamin terjadinya transfer teknologi, dan berimplikasi juga terhadap pengentasan kemiskinan.

Aspek legacy, lanjut Lukman, dimana masyarakat bukan saja dalam negeri tetapi juga luar negeri melihat kemajuan suatu negara dilihat dari penyediaan infrastrukturnya layak atau tidak. Aspek ini penting, untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah pergaulan global.

Politikus PKB ini melanjutkan, soal perencanaan yang menjadi sorotan, pada dasarnya 4 tahun pemerintahan Jokowi adalah menjalankan perencanaan yang sudah disusun oleh pemerintahan sebelumnya. Menjalankan perencanaan dan pondasi yang sudah dibuat oleh pemerintahan sebelumnya penting untuk menjamin suistenable pembangunan.

"Kelebihan Pak Jokowi adalah fokus menyelesaikan pekerjaan, tidak ragu dan tidak pernah menunda pekerjaan, sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekarang ini. Jokowi tidak peduli dengan dinamika politik, bagi beliau bekerja serius, fokus dan menyelesaikan semua PR bangsa dan negara ini," kata Lukman dalam pesan singkat, Selasa (12/2).

Lukman pun merasa heran apabila kubu Prabowo-Sandiaga justru menyoroti tentang perencanaan pembangunan di era Jokowi. Dia pun mengingatkan pentingnya perencanaan dan pengalaman seorang pemimpin.

"Itulah sebabnya butuh calon pemimpin yang berpengalaman mengelola pemerintahan, sehingga ketika menjadi pemimpin bisa melanjutkan kemajuan bangsa. Pembangunan harus berlanjut, menuju Indonesia Maju, bukan bongkar pasang yang menyebabkan kita mundur lagi 15 tahun ke belakang," jelas Lukman.

Lukman kembali menjelaskan, soal keterlibatan BUMN dalam membangun infrastrukturp ada dasarnya membangun infrastruktur dapat dibiayai dari berbagai sumber pembiayaan. Di antaranya, APBN/APBD, investasi dalam negeri atau invesatsi luar negeri.

Untuk infrastruktur dasar seperti, jalan, jembatan, listrik, air bersih, lanjut Lukman, umumnya dibayai oleh APBN/APBD terutama yang masuk ke desa-desa. Sehingga sekarang pemenuhan infrastrukur dasar tersebut sangat baik, hampir semua desa dan pelosok sekarang sudah merasakan pembangunan infrastruktur, tanda pemerintah hadir di tengah-tengah mereka.

"Sedang untuk infrastruktur yang lain bisa dibiayai oleh BUMN dan PMA atau joint antara BUMN dan PMA. Untuk infrastruktur yang dibiayai melalui skema investasi, tentu berdasarkan perhitungan ke ekonomian yang matang sehingga menjadi layak dan wajar untuk dibangun. Mana ada pihak swasta mau investasi, tanpa ada perhitungan keekonomian yang layak," tutup dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini