Tjahjo: Semua menteri harus jadi bumper presiden

Selasa, 21 April 2015 17:06 Reporter : Putri Artika R
Tjahjo: Semua menteri harus jadi bumper presiden Jokowi pimpin ratas soal pariwisata di Istana Bogor. ©Setpres RI/Rusman

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menanggapi hasil survei Poltracking yang mengatakan Presiden Jokowi harus melakukan reshuffle. Menurut Tjahjo, harus dilihat waktu berjalannya pemerintahan baru 6 bulan berjalan. Selain itu, Tjahjo mengatakan Presiden Jokowi tidak membutuhkan juru bicara.

"Saya berpendapat, walaupun dipersepsikan oleh lembaga survei bahwa kepuasan publik rendah, tapi kan harus dijelaskan, APBN-P kan baru, setelah selesai, 4 bulan," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4).

Tjahjo juga menilai Presiden dan Wakil Presiden tidak perlu juru bicara. Sebab, juru bicara yang baik adalah sang presiden sendiri.

"Saya kira presiden juga enggak perlu mempertimbangkan. Eh saya sebagai mendagri tidak sependapat kalau presiden mempertimbangkan harus ada juru bicara. Enggak usah. Juru bicara yang baik adalah bapak presiden, juru bicara yang baik adalah bapak wakil presiden, bisa diback-up oleh seskab oleh sesneg," ujarnya.

Tjahjo menilai komunikasi presiden kepada publik selama ini sudah cukup. Meskipun masih banyak yang menilai presiden perlu jubir.

"Cukup. Ada beberapa opini perlu jubir, saya rasa tidak perlu," ujarnya.

Tjahjo mengatakan tidak ada kekhawatiran jika tanpa jubir, presiden akan menjadi pihak yang langsung disalahkan. "Oh enggak," ujarnya.

Tjahjo menambahkan seharusnya yang membackup komunikasi presiden adalah para menterinya sendiri. "Bumper ya menteri-menteri, semua menteri harus jadi bumper presiden, jangan menteri berlindung di belakang presiden," ujarnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini