Timses Jokowi: Ciri politisi sontoloyo itu bebal, antikritik & halalkan segala cara

Jumat, 26 Oktober 2018 13:46 Reporter : Ahda Bayhaqi
Timses Jokowi: Ciri politisi sontoloyo itu bebal, antikritik & halalkan segala cara Karding. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menjawab pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono soal Presiden Joko Widodo ucapan politikus sontoloyo menunjuk diri sendiri. Politisi PKB itu mengatakan Jokowi prihatin dunia perpolitikan Indonesia.

"Mana ada orang ngomong mengacu pada diri sendiri. Jelas bahwa presiden sebagai pemimpin, resah, galau dan sangat prihatin atas banyaknya perilaku politik yang mengarah perusakan demokrasi dan martabat bangsa," ujar Karding lewat pesan singkat, Jumat (26/10).

Pesan Jokowi, menurut Karding seharusnya dipahami para politisi untuk mengkoreksi diri. Supaya mereka melakukan politik yang elegan dan mengedukasi.

"Jangan bebal dari kritik apalagi itu dari pemimpin. Justru harus intropeksi. Sudahkah kita, menjadi politisi yang baik, yang benar, bermanfaat sesuai tujuan politik sarana menuju perubahan yang lebih baik," katanya.

Namun, Karding tak langsung menyebut siapa yang sesungguhnya dimaksud Jokowi. "Semua politisi yang bebal dan antikritik dan politik menghalalkan segala cara," pungkasnya.

Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku selalu mengkritik pemerintah berdasarkan fakta.

"Enggak tuh kita enggak merasa jadi politikus sontoloyo. Karena kita bicara sesuai fakta. Dan enggak tuh kita enggak pakai politik perpecahan dan kebencian atau identitas ya," katanya kepada merdeka.com, Kamis (25/10).

"Kan isu isu adanya politik identitas, kebencian dan rasis kan yang buat Kangmas Joko Widodo sendiri, tolong buktikan ada antar agama atau etnis berkelahi atau saling musuhan dan saling serang," sambungnya.

Arief membenarkan, politikus sontoloyo memang banyak memanfaatkan momen momen tahun politik untuk kepentingan kemenangan calon Presiden atau partainya. Politikus tersebut, kata Arief, adalah yang suka memanfaatkan masalah masalah pelanggaran HAM sampai memfitnah dan memojokkan Prabowo Subianto.

"Dan ada juga capres sontoloyo yang suka memanfaatkan sisa kekuasaannya untuk melakukan Kampanye pakai fasilitas negara. Politikus Sontoloyo biasanya setelah terpilih jadi Presiden suka bohongi masyarakat Dan ingkar janji nantinya," jelasnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini